Berdasarkan pantauan di lapangan, wisatawan yang datang berasal dari berbagai kalangan, baik masyarakat lokal maupun dari luar daerah. Lonjakan ini berdampak pada terjadinya antrean hingga kemacetan di beberapa ruas jalan nasional.
Di sisi lain, pengunjung objek wisata Air Terjun Telun Berasap sebelumnya sempat mengeluhkan kenaikan tarif parkir. Keluhan serupa juga terjadi di beberapa destinasi wisata lain di wilayah Kabupaten Kerinci.
Menanggapi hal tersebut, instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan Polres Kerinci telah mengambil langkah cepat dengan menindaklanjuti laporan masyarakat serta informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan pelanggaran aturan maupun Peraturan Daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kerinci, Jamal Penta Putra, menyampaikan harapannya agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak menjadi keluhan berkepanjangan bagi wisatawan. Ia juga menyebutkan bahwa tingkat kunjungan wisatawan telah mencapai target yang ditetapkan.
“Kami berharap permasalahan seperti sebelumnya tidak terjadi lagi. Dari sisi jumlah kunjungan, sudah memenuhi target. Kami juga mengimbau para pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan di setiap objek wisata, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta,” ujarnya, Rabu (25/3).
Ia menambahkan, hingga saat ini kondisi di lapangan masih terpantau kondusif dan tertib. Seluruh pihak terkait juga telah menjalankan tugasnya sesuai dengan prosedur yang berlaku.
