Portalandalas.com - Malam Lailatul Qadar dikenal sebagai salah satu malam paling mulia dalam ajaran Islam. Dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa malam tersebut memiliki keutamaan yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Karena keistimewaan itu, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan melakukan berbagai amal kebaikan. Oleh sebab itu, memahami hal-hal yang sebaiknya dihindari pada malam Lailatul Qadar menjadi penting agar seseorang dapat menjaga sikap dan memanfaatkan malam penuh kemuliaan tersebut dengan maksimal.
Selain memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, dan berdoa, umat Islam juga dianjurkan untuk menjaga ucapan serta perilaku. Di tengah upaya meraih keberkahan malam yang istimewa itu, mengetahui berbagai larangan dapat membantu seseorang menjauhi perbuatan yang sia-sia atau yang berpotensi mengurangi pahala ibadah.
Berikut beberapa hal yang sebaiknya dihindari agar ibadah pada malam Lailatul Qadar dapat dijalankan secara maksimal.
1. Hubungan suami istri pada malam Lailatul Qadar
Saat umat Muslim berusaha memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, dan berzikir, sering muncul pertanyaan mengenai aktivitas yang diperbolehkan maupun yang sebaiknya dihindari, termasuk mengenai hubungan suami istri.
Secara hukum dalam Islam, tidak ada larangan khusus untuk melakukan hubungan suami istri pada malam Lailatul Qadar. Namun demikian, karena malam tersebut sangat dianjurkan untuk diisi dengan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, maka banyak ulama menyarankan agar waktu tersebut dimanfaatkan untuk memperbanyak amalan.
2. Menghabiskan waktu dengan kegiatan yang tidak bermanfaat
Mengisi malam Lailatul Qadar dengan aktivitas yang tidak memiliki nilai manfaat tentu sangat disayangkan. Malam tersebut merupakan kesempatan berharga untuk meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT.
Jika waktu justru dihabiskan dengan hal-hal yang kurang penting, seperti bermain gim terlalu lama, menonton sesuatu yang tidak bermanfaat, atau sekadar begadang tanpa ibadah, maka seseorang berpotensi kehilangan kesempatan memperoleh pahala besar dari malam tersebut.
3. Tidak melaksanakan salat malam
Malam Lailatul Qadar dikenal sebagai malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa nilai ibadah pada malam ini lebih baik dibandingkan ibadah selama seribu bulan.
Karena keistimewaan tersebut, banyak umat Muslim berusaha menghidupkan malam-malam terakhir bulan Ramadan dengan melaksanakan salat malam atau qiyamul lail. Meskipun salat malam bersifat sunnah, meninggalkannya pada malam yang penuh keutamaan ini sangat disayangkan karena seseorang bisa kehilangan peluang memperoleh pahala yang berlipat ganda.
4. Berprasangka buruk kepada Allah SWT
Memiliki prasangka buruk kepada Allah SWT tidak dianjurkan, baik pada malam Lailatul Qadar maupun dalam kehidupan sehari-hari. Sikap tersebut dapat mengurangi rasa optimis seseorang terhadap rahmat dan ampunan Allah.
Sebaliknya, umat Muslim dianjurkan untuk selalu berbaik sangka kepada Allah, terutama ketika berdoa dan memohon ampunan pada malam-malam terakhir Ramadan. Dengan keyakinan bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang, seseorang dapat menjalankan ibadah dengan hati yang lebih tenang dan penuh harapan.
5. Berdebat dan bertengkar dengan sesama
Menjaga sikap dan perilaku pada malam yang penuh keberkahan ini juga sangat penting. Perdebatan maupun pertengkaran sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan suasana yang tidak baik serta mengganggu kekhusyukan dalam beribadah.
Perdebatan dapat memicu emosi, amarah, bahkan permusuhan. Kondisi tersebut tentu dapat menghilangkan ketenangan hati yang sangat diperlukan ketika seseorang sedang beribadah.
6. Menggosip dan memfitnah
Perbuatan seperti menggosip atau memfitnah juga sangat tidak dianjurkan, terlebih pada malam Lailatul Qadar. Selain dapat merusak hubungan antar sesama, perilaku tersebut juga termasuk perbuatan dosa.
Kegiatan semacam itu dapat membuat seseorang lalai dari tujuan utama malam Lailatul Qadar, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah dan amal kebaikan.
7. Perilaku mabuk-mabukan
Perilaku mengonsumsi minuman yang memabukkan jelas tidak dianjurkan dalam Islam, terlebih jika dilakukan pada malam yang penuh kemuliaan seperti Lailatul Qadar. Minuman keras dapat membuat seseorang kehilangan kesadaran sehingga tidak mampu menjalankan ibadah dengan baik.
Selain itu, tindakan tersebut juga bertentangan dengan nilai-nilai Ramadan yang mengajarkan umat Muslim untuk menjaga diri, menahan hawa nafsu, serta meningkatkan ketakwaan.
Dengan memahami dan menghindari berbagai hal tersebut, umat Muslim dapat menghormati kemuliaan malam Lailatul Qadar dengan lebih baik. Menjaga sikap, ucapan, serta memperbanyak ibadah diharapkan dapat membantu seseorang meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT pada malam yang sangat istimewa tersebut. ✨🙏

