Portalandalas.com - Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa orang yang rutin berolahraga di pagi hari cenderung memiliki risiko lebih rendah terkena tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, obesitas, serta berbagai faktor pemicu penyakit jantung dibandingkan mereka yang berolahraga pada siang hari.
Dilansir dari Everyday Health pada Minggu, 20 Maret 2026, penelitian yang menganalisis data detak jantung per menit dari hampir 15.000 orang dewasa ini menunjukkan bahwa individu yang berolahraga di pagi hari memiliki kemungkinan 35 persen lebih kecil mengalami obesitas dibandingkan mereka yang berolahraga siang.
Tak hanya itu, risiko terkena penyakit arteri koroner pada kelompok yang berolahraga pagi juga lebih rendah hingga 31 persen, sementara kemungkinan mengalami diabetes tipe 2 turun sekitar 30 persen.
Jika dibandingkan dengan mereka yang berolahraga di siang hari, orang yang memilih waktu pagi untuk beraktivitas fisik juga memiliki peluang 21 persen lebih kecil mengalami kolesterol tinggi dan 18 persen lebih rendah terkena tekanan darah tinggi. Bahkan, penelitian tersebut menemukan bahwa waktu olahraga antara pukul 07.00 hingga 08.00 pagi menjadi periode paling optimal untuk menekan risiko penyakit arteri koroner.
Menariknya, penurunan risiko ini tidak bergantung pada durasi atau intensitas olahraga yang dilakukan.
Penulis utama studi tersebut, Prashant Rao, MBBS, yang juga merupakan ahli kardiologi olahraga dan peneliti di Beth Israel Deaconess Medical Center serta Harvard Medical School, menyebut bahwa waktu berolahraga kemungkinan memiliki peran penting, bukan hanya jumlah aktivitas fisik yang dilakukan.
Pendapat serupa disampaikan oleh Aubrey Grant, MD, seorang ahli kardiologi olahraga dari MedStar Health di Washington DC yang tidak terlibat dalam penelitian. Ia menjelaskan bahwa olahraga pagi mungkin lebih selaras dengan ritme sirkadian tubuh, yakni sistem biologis yang mengatur fungsi tubuh berdasarkan waktu.
Ia menambahkan, kadar hormon kortisol yang mencapai puncaknya di pagi hari dapat membantu mempersiapkan tubuh untuk aktivitas fisik sekaligus meningkatkan efisiensi metabolisme.
Sementara itu, Alex Rothstein, EdD, asisten profesor ilmu olahraga di New York Institute of Technology, berpendapat bahwa orang yang berolahraga lebih awal umumnya memiliki pola hidup yang lebih sehat. Mereka cenderung lebih konsisten berolahraga karena memiliki lebih sedikit alasan untuk menunda atau melewatkannya.
Meski demikian, Rao menegaskan bahwa pengaturan waktu olahraga memang bisa menjadi cara sederhana dan hemat untuk memaksimalkan manfaat kesehatan. Namun, yang paling penting tetaplah menjaga konsistensi dalam berolahraga, kapan pun waktunya.

