Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan bahwa arah pembangunan akan difokuskan pada berbagai program yang saling terhubung dan saling mendukung dalam pengembangan kota. Tujuannya adalah meningkatkan perekonomian daerah sekaligus kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan, pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan bukan sekadar angka, melainkan harus dirasakan secara nyata oleh seluruh masyarakat, yang ditandai dengan rendahnya angka kemiskinan serta terjaganya rasio gini.
“Kondisi tersebut diharapkan juga mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Bukittinggi,” ujarnya.
Ramlan juga menjelaskan bahwa perekonomian Bukittinggi sangat bergantung pada sektor pariwisata, khususnya kunjungan wisatawan saat musim liburan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) turut didorong oleh retribusi dari objek wisata yang berperan dalam menggerakkan ekonomi lokal.
“Alhamdulillah, pada 2025 Bukittinggi menjadi daerah dengan capaian PAD terbaik di Sumatera Barat dan peringkat keempat secara nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kota Bukittinggi, Ade Mulyani, mengatakan bahwa untuk memperkuat perencanaan ekonomi masyarakat, Pemkot telah melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD guna menghimpun masukan dan saran.
Ia menjelaskan bahwa hasil pembahasan dan kesepakatan nantinya akan mencakup penyelarasan program pembangunan Kota Bukittinggi dengan prioritas pembangunan di tingkat provinsi maupun nasional.
Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi, menambahkan bahwa Musrenbang RKPD 2027 menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi pembangunan.
Menurutnya, DPRD menjalankan fungsi representasi dengan memastikan kebutuhan masyarakat terakomodasi dalam kebijakan, melalui pokok-pokok pikiran yang menjadi dasar strategis agar program pembangunan ekonomi tepat sasaran, berkualitas, dan transparan.
Sumber : ANTARA SUMBAR
