Kenapa Seduhan Teh Pertama Dibuang? Ini Penjelasan Tea Master China

Menu Atas

Kenapa Seduhan Teh Pertama Dibuang? Ini Penjelasan Tea Master China

Portal Andalas
Kamis, 19 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Kebiasaan menikmati teh telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat **China** sejak zaman dahulu hingga sekarang. Tradisi ini terus dipertahankan dan menjadi salah satu ciri khas dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Di China, teh hampir selalu hadir saat waktu makan. Minuman ini biasanya disajikan sejak hidangan pembuka hingga makanan penutup. Bagi masyarakat setempat, teh bukan sekadar minuman pelengkap, melainkan bagian dari pengalaman bersantap. Tea Master di **Jade River Chinese Restaurant**, Tian, menjelaskan bahwa kebiasaan minum teh bukan karena masyarakat China tidak menyukai air putih. Menurutnya, teh lebih sering dipilih karena dipercaya mampu membantu membersihkan mulut dari sisa rasa makanan, terutama setelah menyantap hidangan seperti bebek atau daging sapi. Selain menemani santapan, berbagai jenis teh yang diracik juga diyakini memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh. Saat memperkenalkan tradisi minum teh dalam sebuah jamuan makan siang di Jade River, Tian menunjukkan beberapa jenis teh yang berasal dari berbagai daerah di China. Salah satunya adalah **tieguanyin**, yaitu teh khas dari Provinsi Fujian. Menurut Tian, jenis teh ini dikenal baik untuk membantu proses detoksifikasi tubuh serta membantu menurunkan kadar kolesterol. Selain tieguanyin, ia juga memperkenalkan **hangzhou chrysanthemum**, yakni teh bunga krisan dari Hangzhou, serta teh **oolong** yang berasal dari wilayah Fujian dan Guangdong. ### Cara Meracik Teh ala Tradisi China Dalam tradisi minum teh di China, teh tidak langsung diminum dari seduhan pertama. Proses penyajiannya memiliki tahapan khusus yang bertujuan menjaga kualitas rasa dan aromanya. Pertama, teko atau **tea pot** yang akan digunakan harus dibilas dengan air panas bersuhu sekitar 90 hingga 100 derajat Celsius. Langkah ini dilakukan untuk menjaga suhu teko sekaligus mempertahankan aroma teh saat diseduh. Setelah teko hangat, sekitar enam hingga delapan gram daun teh tieguanyin dimasukkan ke dalamnya, kemudian dituangkan air panas sebanyak 100 hingga 200 mililiter. Namun seduhan pertama ini tidak diminum. Tian menjelaskan bahwa air pertama digunakan untuk “membasuh” daun teh. Proses tersebut bertujuan membersihkan daun teh dari kotoran kecil serta membantu membuka daun teh yang masih kering agar siap diseduh kembali. Biasanya, perendaman pertama ini berlangsung sekitar 40 hingga 60 detik, sambil teko diputar perlahan. Setelah itu, air seduhan pertama dibuang. Air panas kemudian dituangkan kembali dengan jumlah yang sama, dan daun teh dibiarkan terendam sekitar dua menit. Barulah seduhan kedua dituangkan ke dalam gelas keramik untuk dinikmati. Teh tieguanyin yang sudah siap diminum biasanya memiliki aroma harum dengan warna kecokelatan serta rasa yang ringan di lidah. Menurut Tian, daun teh tersebut umumnya hanya diseduh hingga tiga kali agar cita rasa dan aromanya tetap optimal. Jika diseduh lebih dari tiga kali, rasa teh memang masih terasa ringan dan bersih. Namun aromanya akan semakin berkurang, sementara warna seduhannya perlahan berubah menjadi kekuningan.

Baca Juga