3 Dokter Muda Tewas Saat Internsip, Ini yang Sebenarnya Terjadi

Menu Atas

3 Dokter Muda Tewas Saat Internsip, Ini yang Sebenarnya Terjadi

Portal Andalas
Kamis, 02 April 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Dunia medis di Indonesia tengah diliputi duka mendalam. Dalam rentang waktu yang relatif singkat, yakni sepanjang Maret 2026, tiga dokter muda yang sedang menjalani Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) dilaporkan meninggal dunia saat masih aktif bertugas. Peristiwa ini langsung memantik perhatian publik dan memunculkan perbincangan luas terkait kondisi kesejahteraan serta beban kerja yang ditanggung tenaga medis muda di Indonesia. Ketiga dokter tersebut diketahui bertugas di lokasi berbeda, yakni di Cianjur (Jawa Barat), Rembang (Jawa Tengah), dan Denpasar (Bali). Terjadinya kasus dalam waktu yang hampir bersamaan ini menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan adanya tekanan kerja berlebihan atau kondisi burnout di kalangan dokter internship. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI segera melakukan penelusuran awal guna mengkaji apakah faktor kelelahan kerja atau overwork menjadi pemicu utama. Pihak Kemenkes melalui juru bicaranya menyampaikan bahwa berdasarkan data logistik serta catatan kehadiran, jam kerja para dokter tersebut masih tergolong dalam batas normal. “Hasil evaluasi sementara menunjukkan bahwa jam kerja mereka masih berada di bawah batas 40 jam per minggu, sesuai ketentuan dalam pedoman PIDI,” demikian pernyataan resmi Kemenkes. Sementara itu, hasil pemeriksaan medis awal mengindikasikan bahwa ketiga dokter muda tersebut meninggal akibat kondisi kesehatan akut yang berkaitan dengan penyakit tertentu. Di antaranya adalah komplikasi dari penyakit campak, anemia berat, serta infeksi demam berdarah dengue (DBD) yang semakin parah. Meski pemerintah menepis dugaan bahwa kelelahan kerja menjadi faktor utama, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) justru memberikan pandangan kritis. Organisasi profesi tersebut menilai masih terdapat kesenjangan antara aturan yang tertulis dengan praktik di lapangan. IDI menyoroti bahwa di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, dokter internship kerap menghadapi beban kerja yang melampaui kapasitas. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain jadwal jaga malam yang tidak diimbangi dengan waktu istirahat memadai, sulitnya mengambil cuti atau izin sakit karena keterbatasan tenaga, serta tingginya risiko paparan penyakit menular tanpa perlindungan kesehatan yang optimal bagi dokter muda. “Kami menerima berbagai laporan dari daerah yang menunjukkan bahwa beban kerja dokter muda sangat fluktuatif dan kerap melebihi data administratif. Oleh karena itu, aspek perlindungan kesehatan bagi mereka harus menjadi perhatian serius,” ujar perwakilan IDI.

Baca Juga