Portalandalas.com - Dalam kehidupan sehari-hari, menguap merupakan hal yang sangat umum terjadi dan sering dilakukan tanpa disadari, baik saat merasa lelah, mengantuk, maupun ketika tubuh kekurangan oksigen.
Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa dalam Islam terdapat tuntunan khusus mengenai sikap yang sebaiknya dilakukan saat menguap.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjelaskan bahwa menguap berasal dari setan. Beliau bersabda bahwa ketika seseorang menguap, hendaknya ia berusaha menahannya semampu mungkin. Sebab, jika sampai mengeluarkan suara seperti “haa…”, hal tersebut justru membuat setan tertawa.
Hadis ini tidak hanya berbicara tentang etika, tetapi juga menjadi pengingat agar seorang Muslim senantiasa menjaga diri dari sikap lalai.
Tiga Anjuran Rasulullah Saat Menguap
Dalam beberapa riwayat, Rasulullah memberikan tiga pedoman sederhana namun penting ketika seseorang menguap:
Berusaha menahan menguap
Meskipun menguap sulit dikendalikan, tetap dianjurkan untuk menahannya sebisa mungkin sebagai bentuk pengendalian diri dan menjaga adab.
Menutup mulut dengan tangan
Dalam riwayat Abu Sa’id al-Khudri, Rasulullah menganjurkan untuk menutup mulut saat menguap. Hal ini bertujuan menjaga kesopanan serta menghindari hal-hal yang kurang pantas terlihat.
Tidak mengeluarkan suara
Mengeluarkan suara saat menguap sering kali dianggap sepele, padahal hal ini justru dilarang. Dalam hadis disebutkan bahwa suara tersebut dapat membuat setan merasa senang.
Ketiga hal ini merupakan tuntunan yang jelas dan memiliki dasar kuat dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Bagaimana dengan Membaca Isti’adzah?
Sebagian orang mungkin terbiasa mengucapkan a‘ūdzu billāh saat menguap, dengan niat memohon perlindungan dari godaan setan. Sekilas hal ini tampak baik.
Namun, para ulama menjelaskan bahwa tidak terdapat riwayat sahih yang menunjukkan bahwa Rasulullah maupun para sahabat melakukan hal tersebut secara khusus ketika menguap.
Dengan demikian, membaca isti’adzah saat menguap tidak termasuk dalam sunah yang diajarkan. Jika amalan tersebut memang dianjurkan, tentu Rasulullah telah mencontohkannya sebagaimana tiga adab yang telah disebutkan sebelumnya.
Mengutamakan Amalan yang Disyariatkan
Fenomena ini menjadi pengingat penting bagi kita. Terkadang, sebagian orang justru lebih memperhatikan amalan yang tidak memiliki dasar yang kuat, sementara hal-hal yang jelas diajarkan dalam syariat justru kurang diperhatikan.
Padahal, mengikuti tuntunan Rasulullah, meskipun dalam perkara yang terlihat sederhana, merupakan bentuk kecintaan dan ketaatan seorang Muslim kepada Nabinya.
Oleh karena itu, memahami dan menerapkan adab menguap sesuai sunah bukanlah hal sepele. Ini adalah bagian dari usaha menjaga kemurnian ajaran Islam sekaligus membiasakan diri untuk menjalankan adab yang benar dalam kehidupan sehari-hari.

