Portalandalas.com - Kalazion merupakan salah satu gangguan mata yang cukup sering terjadi, terutama pada wanita yang kurang teliti dalam membersihkan makeup atau menggunakan produk mata yang tidak cocok. Meski kerap dianggap sepele, kondisi ini bisa menyebabkan munculnya benjolan yang cukup mengganggu di area kelopak mata.
Mengacu pada Théa Laboratoires, kalazion adalah benjolan kemerahan pada kelopak mata yang terjadi akibat penyumbatan kelenjar minyak, khususnya kelenjar meibom. Pada awal kemunculannya, benjolan ini bisa terasa nyeri, namun seiring waktu biasanya tidak lagi menimbulkan rasa sakit meskipun masih terlihat.
Kalazion umumnya muncul di bagian dalam kelopak mata atas, tetapi dalam beberapa kasus juga dapat terjadi di kelopak bawah. Kondisi ini lebih sering dialami oleh orang dewasa berusia 30 hingga 50 tahun, meskipun siapa pun tetap berisiko mengalaminya.
Sering kali kalazion disamakan dengan bintitan, padahal keduanya berbeda. Bintitan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri dan terasa lebih sakit, sedangkan kalazion muncul akibat sumbatan kelenjar minyak dan cenderung tidak menimbulkan nyeri.
Kondisi ini biasanya dipicu oleh kebiasaan yang kurang tepat dalam merawat area mata, seperti sisa makeup yang tidak dibersihkan dengan baik atau penggunaan produk yang tidak sesuai. Kelenjar meibom sendiri berfungsi menghasilkan minyak untuk menjaga kelembapan mata. Ketika kelenjar ini tersumbat, minyak menjadi lebih kental, tidak bisa keluar, dan akhirnya membentuk benjolan.
Gejala kalazion umumnya muncul secara bertahap dan sering kali tidak langsung disadari. Awalnya mungkin terasa ringan, tetapi bisa semakin mengganggu jika ukurannya membesar.
Mengutip Cleveland Clinic, beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:
* Timbul benjolan di kelopak mata
* Kelopak tampak kemerahan dan sedikit bengkak
* Mata terasa iritasi ringan dan berair
* Penglihatan bisa sedikit terganggu jika benjolan cukup besar
* Dalam kondisi tertentu, seluruh kelopak mata bisa terlihat bengkak
Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kalazion, umumnya berkaitan dengan kebiasaan dan kondisi kesehatan, seperti:
* Tidak membersihkan makeup secara menyeluruh, terutama di area mata
* Penggunaan produk mata yang tidak cocok atau menyebabkan iritasi
* Riwayat peradangan kelopak mata, seperti blefaritis
* Kulit berminyak atau kondisi kulit seperti dermatitis dan rosacea
* Perubahan hormon, penggunaan lensa kontak, atau penyakit tertentu seperti diabetes
Meskipun terlihat mengganggu, kalazion umumnya dapat diatasi dengan perawatan sederhana. Salah satu cara yang efektif adalah mengompres area mata dengan air hangat selama 10–15 menit beberapa kali sehari untuk membantu melunakkan sumbatan.
Setelah itu, pijatan ringan pada kelopak mata dapat membantu mengeluarkan minyak yang tersumbat. Dengan perawatan yang rutin dan tepat, kalazion biasanya akan membaik dan perlahan menghilang dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan.

