Portalandalas.com - Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, makan terasa kurang lengkap tanpa kehadiran cabai atau sambal. Tak heran jika banyak orang selalu menyimpan stok cabai di rumah.
Namun sayangnya, cabai termasuk bahan yang mudah layu dan cepat membusuk apabila disimpan dengan cara yang kurang tepat. Agar tidak terbuang sia-sia, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga kesegarannya.
Pertama, sebaiknya cabai tidak langsung dicuci setelah dibeli. Cucilah hanya saat akan digunakan, karena air dapat membuat permukaan cabai menjadi lembap dan mempercepat proses pembusukan. Jika terdapat kotoran, cukup bersihkan dengan tisu kering atau kain bersih.
Selanjutnya, pisahkan tangkai dari cabai dan lakukan penyortiran. Buang cabai yang sudah lembek atau berjamur. Jika hanya sebagian kecil yang rusak, cukup potong bagian tersebut dan simpan sisanya. Hindari mencampur cabai yang busuk dengan yang masih segar karena dapat mempercepat kerusakan.
Untuk penyimpanan, gunakan wadah bersih yang memiliki penutup rapat. Lapisi bagian dalamnya dengan tisu atau kertas dapur agar dapat menyerap kelembapan. Susun cabai dengan rapi tanpa menekannya agar tidak rusak, serta beri sedikit ruang agar sirkulasi udara tetap ada.
Sebagai tambahan, Anda bisa meletakkan satu atau dua siung bawang putih yang sudah dikupas di atas cabai. Cara ini dipercaya dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri sekaligus menjaga aroma cabai. Jangan lupa mengganti tisu jika sudah terasa lembap.
Terakhir, simpan cabai di dalam kulkas, khususnya di bagian rak bawah atau laci sayuran. Hindari menyimpannya di freezer karena suhu yang terlalu dingin dapat merusak tekstur cabai saat dicairkan. Dengan penyimpanan yang tepat, cabai bisa bertahan lebih lama tanpa kehilangan rasa dan kualitasnya.

