Kini, pemerintah Belanda berencana melangkah lebih jauh dengan mendorong pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun, serta mengusulkan batas minimal usia 15 tahun di seluruh untuk penggunaan aplikasi seperti , , dan .
Di yang berada di , sebuah papan peringatan berwarna kuning di gerbang sekolah mengingatkan para siswa yang datang dengan sepeda: “Perhatian: mulai dari titik ini, ponsel harus disimpan di loker. Terima kasih.”
Slogan berbahasa Belanda, “Telefoon thuis of in de kluis” (ponsel di rumah atau di loker), kini telah diterapkan secara nasional.
Alih-alih membuat undang-undang baru, pemerintah memilih pendekatan berupa kesepakatan bersama antara sekolah, orang tua, dan guru. Langkah ini dinilai lebih efektif karena dapat memperoleh dukungan luas serta memungkinkan aturan diterapkan lebih cepat tanpa melalui proses panjang di parlemen.
Dengan kebijakan tersebut, para siswa diimbau meninggalkan ponsel mereka di rumah atau menyimpannya di loker selama berada di lingkungan sekolah.
Di luar ruang kelas Bahasa Inggris yang dihiasi karya seni bertema , dua siswa bernama Hena dan Fena mengaku memiliki perasaan campur aduk terhadap aturan tersebut.
“Sejak larangan ini berlaku, kami harus ekstra hati-hati agar ponsel tidak disita oleh guru,” ujar mereka.
