Faktor Manusia atau Sistem? Misteri Pembobolan Bank Jambi Terkuak?

Menu Atas

Faktor Manusia atau Sistem? Misteri Pembobolan Bank Jambi Terkuak?

Portal Andalas
Senin, 30 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Kasus dugaan pembobolan sistem Bank Jambi yang menyebabkan kerugian nasabah hingga ratusan miliar rupiah masih menjadi perhatian publik. Tokoh masyarakat Jambi, Usman Ermulan, mendesak aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas perkara ini secara terbuka dan menyeluruh. Menurut Usman, pengungkapan kasus ini bukan hanya untuk menemukan pelaku, tetapi juga penting guna mengetahui letak kelemahan sistem serta kemungkinan adanya kelalaian dari pihak internal perbankan. “Harus ditelusuri di mana titik lemahnya, apakah dari sistem atau ada keterlibatan oknum internal. Semua harus dibuka secara transparan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya, Senin (30/3/2026). Ia juga menekankan bahwa transparansi menjadi faktor utama dalam memulihkan kepercayaan masyarakat yang mulai terganggu akibat peristiwa tersebut. “Publik membutuhkan kejelasan. Jika penanganannya terbuka, kepercayaan bisa kembali. Itu yang paling berharga,” katanya. Lebih lanjut, Usman menyoroti lambannya perkembangan pengungkapan kasus yang telah berlangsung lebih dari satu bulan tanpa hasil yang signifikan. Ia meminta pihak kepolisian segera memberikan kejelasan kepada masyarakat. “Sudah lebih dari sebulan, harus ada progres yang jelas. Apakah ini murni peretasan atau ada kesalahan pada sistem IT. Namun secanggih apa pun teknologi, tetap ada faktor manusia, sehingga pengawasan harus dievaluasi,” tegasnya. Ia bahkan membuka kemungkinan pelibatan Mabes Polri jika penanganan di tingkat daerah dinilai belum maksimal. “Jika Polda Jambi belum mampu, sebaiknya ditangani oleh Mabes Polri agar kasus ini bisa segera terungkap,” tambahnya. Sebelumnya, Gubernur Jambi Al Haris mengungkapkan bahwa total kerugian akibat dugaan peretasan yang terjadi pada akhir Februari 2026 mencapai Rp143 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp16 miliar telah berhasil dilacak dan kini tengah dalam proses pemulihan. Data sementara menunjukkan lebih dari 6.000 rekening nasabah terdampak insiden ini. Bahkan, puluhan nasabah melaporkan adanya pengurangan saldo secara tiba-tiba, dengan nominal berkisar antara Rp5 juta hingga Rp25 juta. Kejadian tersebut juga bertepatan dengan gangguan layanan mobile banking Bank Jambi yang tidak dapat diakses sejak akhir pekan, sehingga memicu kepanikan di tengah masyarakat. Sejumlah nasabah pun mendatangi kantor cabang untuk memastikan kondisi saldo mereka secara langsung. Tidak sedikit pula yang memilih menarik dana sebagai langkah antisipasi guna menghindari potensi kerugian lebih besar. Sementara itu, pihak kepolisian melalui Subdit II Perbankan masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh.

Baca Juga