Terowongan “Sarang Semut” Sedalam 70 Meter, Fakta Mengerikan Tambang Ilegal Solok Selatan

Menu Atas

Terowongan “Sarang Semut” Sedalam 70 Meter, Fakta Mengerikan Tambang Ilegal Solok Selatan

Portal Andalas
Kamis, 08 Januari 2026
Bagikan:

Warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, digegerkan oleh kemunculan lubang besar di tengah area persawahan. Fenomena yang dikenal sebagai sinkhole itu ditemukan di lahan milik warga di kawasan pertanian Pombatan, saat sawah sedang dikerjakan oleh petani.

Penggarap sawah, Adrolmios atau yang akrab disapa Si Ad (61), mengaku baru mengetahui kejadian tersebut pada Minggu siang (4/1/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Ia mengetahui adanya lubang setelah mendapat informasi dari warga sekitar.

Menurut Adrolmios, peristiwa itu pertama kali disadari oleh Mak Etek Uwid yang sedang beraktivitas tak jauh dari lokasi. Ia mendengar suara gemuruh yang menyerupai ledakan sebelum menyadari adanya perubahan di sawah tersebut.

Mak Etek pun terkejut saat melihat lahan yang sebelumnya telah mengalami retakan akibat musim kemarau, mendadak amblas dan membentuk lubang besar yang ukurannya terus bertambah. Di dalam lubang tersebut terdapat genangan air dengan kedalaman diperkirakan mencapai puluhan meter.

Kejadian itu kemudian menarik perhatian ratusan warga yang datang untuk melihat langsung. Aparat kepolisian segera memasang garis pengaman di sekitar lokasi guna mencegah warga mendekat.

Hingga Selasa (6/1/2026), BPBD Limapuluh Kota menyampaikan bahwa pergerakan tanah di area sinkhole masih berlangsung. Masyarakat pun diimbau untuk tetap menjaga jarak demi keselamatan.

Komandan Regu Tim Reaksi Cepat BPBD Limapuluh Kota, Alexandra, menyebut pihaknya telah melakukan pendataan awal terhadap lubang tersebut. Berdasarkan hasil sementara, sinkhole memiliki panjang sekitar 10 meter, lebar 7 meter, dan kedalaman kurang lebih 5,7 meter.

Sementara itu, Ahli Geologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi, Ade Edward, menjelaskan bahwa sinkhole umumnya terjadi di wilayah yang memiliki lapisan batu kapur atau gamping di bawah permukaan tanah. Ia memperkirakan lubang di Situjuah Batua berkaitan dengan struktur batu kapur yang merupakan bagian dari perbukitan kapur di wilayah Halaban hingga sekitar area PLTA Agam.

Ade menambahkan, Nagari Situjuah Batua memang berada di kawasan batu kapur yang tertutup material letusan Gunung Sago, sehingga tampak subur dan dimanfaatkan warga sebagai lahan pertanian. Namun, batu kapur memiliki sifat mudah larut oleh air hujan, yang lama-kelamaan menimbulkan rongga, retakan, hingga akhirnya membentuk lubang besar.

Ia menilai pemerintah daerah bersama masyarakat perlu segera melakukan penimbunan menggunakan tanah, pasir, dan batu, bahkan dilanjutkan dengan pengecoran untuk mencegah risiko kecelakaan.

“Peristiwa seperti ini sebenarnya bukan hal baru di Situjuah. Warga setempat biasa menyebutnya dengan istilah Sawah Luluih,” pungkasnya.

Baca Juga