Gunung Kerinci Resmi Ditutup! Aktivitas Vulkanik Meningkat, Pendaki Diminta Tunda Muncak

Menu Atas

Gunung Kerinci Resmi Ditutup! Aktivitas Vulkanik Meningkat, Pendaki Diminta Tunda Muncak

Portal Andalas
Rabu, 07 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Kabar penting bagi para pendaki dan pencinta alam. Gunung Kerinci, yang dikenal sebagai puncak tertinggi di Sumatra, resmi ditutup untuk aktivitas umum mulai 6 Januari 2026. Penutupan ini dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik yang terpantau dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan laporan terkini Badan Geologi, terjadi lonjakan aktivitas di bawah permukaan gunung. Dalam satu hari, tepatnya pada 4 Januari, tercatat lebih dari 100 kejadian gempa vulkanik dangkal. Situasi tersebut membuat status Gunung Kerinci dinaikkan ke level Waspada (Level II). Setidaknya terdapat dua pertimbangan utama yang melatarbelakangi penutupan sementara ini: Pertama, potensi bahaya erupsi serta paparan gas beracun. Area dengan radius tiga kilometer dari kawah kini ditetapkan sebagai zona berbahaya. Aktivitas vulkanik berpotensi memicu lontaran material pijar maupun keluarnya gas berbahaya yang dapat membahayakan keselamatan pendaki. Kedua, persoalan lingkungan akibat penumpukan sampah. Pasca libur panjang, jalur pendakian—terutama melalui jalur Kersik Tuo—dipenuhi sampah plastik. Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) memanfaatkan masa penutupan ini untuk melakukan pemulihan dan pembersihan ekosistem gunung. Penutupan diberlakukan secara menyeluruh di seluruh jalur resmi pendakian, termasuk Jalur R.10 Kersik Tuo di Kabupaten Kerinci serta Jalur Camping Ground Bukit Bontak di Solok Selatan. Bagi calon pendaki yang telah memiliki jadwal pendakian, disarankan segera berkoordinasi dengan pihak BBTNKS atau penyedia jasa perjalanan untuk melakukan penjadwalan ulang. Keselamatan dan kelestarian alam tetap menjadi prioritas utama.

Baca Juga