7 Tanda Awal Kanker Ovarium yang Tak Boleh Diabaikan

Menu Atas

7 Tanda Awal Kanker Ovarium yang Tak Boleh Diabaikan

Portal Andalas
Minggu, 28 Desember 2025
Bagikan:

Portalandalas.com - Kanker ovarium termasuk salah satu jenis kanker paling berbahaya yang dapat menyerang perempuan. Penyakit ini kerap dijuluki silent killer karena sering berkembang tanpa menunjukkan tanda-tanda yang spesifik di tahap awal. Karena itulah, perempuan penting untuk memahami berbagai gejala awal kanker ovarium. Dengan mengenali sinyal sejak dini, penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum penyakit berkembang lebih jauh. Sayangnya, dalam banyak kasus, tanda-tanda awal kanker ovarium kerap tidak disadari karena terlihat seperti gangguan kesehatan biasa. Pakar kebidanan dan kandungan dari M.D. Anderson Cancer Center, Shannon Westin, MD, menjelaskan bahwa gejala kanker ovarium sering kali keliru dianggap sebagai masalah kesehatan lain. Akibatnya, diagnosis baru ditegakkan saat kondisi sudah memasuki tahap lanjut, sehingga peluang kesembuhan pun menjadi lebih kecil. Data dari American Cancer Society (ACS) juga menunjukkan bahwa kanker ovarium menjadi penyebab kematian terbanyak dibandingkan jenis kanker lain pada sistem reproduksi perempuan. Lalu, apa saja gejala kanker ovarium yang perlu diwaspadai sejak awal? Berikut rangkuman informasinya. 1. Nyeri di perut atau panggul Dokter onkologi ginekologi dari Moffitt Cancer Center, Mitchel Hoffman, MD, menyebutkan bahwa rasa nyeri di area perut atau panggul bisa menjadi pertanda kanker ovarium telah menyebar. Kanker ovarium memang memiliki kemampuan untuk bermetastasis ke bagian lain, seperti panggul, perut bagian atas, usus, hingga diafragma. Selain itu, kanker ini juga dapat menyebabkan penumpukan cairan di rongga perut atau yang dikenal sebagai ascites, yang kerap menimbulkan rasa nyeri berkepanjangan. 2. Mual berlebihan Rasa mual yang muncul tiba-tiba hingga menyebabkan hilangnya nafsu makan juga bisa menjadi gejala awal kanker ovarium. Hal ini terjadi karena penyebaran kanker dapat memengaruhi kerja usus dan organ pencernaan. Ketika kondisi semakin memburuk, pengidap bisa mengalami mual, muntah, serta penurunan nafsu makan. Situasi ini menandakan adanya tekanan di rongga perut akibat pertumbuhan tumor atau penumpukan cairan. 3. Sering kembung dan sembelit Perut yang terasa kembung disertai sembelit secara terus-menerus juga patut diwaspadai. Hoffman menjelaskan bahwa kanker ovarium dapat mengganggu fungsi normal usus. Pada kondisi normal, otot-otot usus berfungsi mendorong makanan. Namun, ketika kanker menyebar ke bagian luar usus, kemampuan tersebut menurun. Akibatnya, sistem pencernaan terganggu dan muncul keluhan kembung serta sembelit yang berkepanjangan. 4. Frekuensi buang air kecil meningkat Tumor yang tumbuh di ovarium dapat menekan kandung kemih. Tekanan ini membuat kapasitas kandung kemih berkurang sehingga terasa cepat penuh. Dampaknya, frekuensi buang air kecil pun meningkat meski asupan cairan tidak bertambah. 5. Siklus menstruasi tidak teratur Adanya tumor di indung telur dapat mengganggu fungsi ovarium secara keseluruhan. Hal ini berimbas pada siklus menstruasi yang menjadi tidak teratur, baik lebih sering, lebih jarang, atau bahkan berhenti sama sekali. Gangguan ini juga bisa dipicu oleh ketidakseimbangan hormon estrogen akibat kanker ovarium. Jika perubahan siklus haid terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung lama, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. 6. Nyeri saat berhubungan intim Rasa sakit saat berhubungan seksual juga bisa menjadi salah satu tanda kanker ovarium. Menurut Hoffman, hal ini dapat disebabkan oleh tumor yang menekan area dalam vagina. Selain itu, perubahan hormon akibat kanker ovarium dapat menyebabkan vagina menjadi lebih kering, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman hingga nyeri saat berhubungan intim. 7. Sensasi panas atau terbakar di perut Kanker ovarium juga dapat memicu refluks asam ke kerongkongan, yang menimbulkan sensasi panas atau terbakar di perut hingga dada. Gejala ini sering kali menyerupai gangguan asam lambung atau GERD. Meski keluhan tersebut tidak selalu berkaitan dengan kanker ovarium, pemeriksaan medis tetap diperlukan, terutama jika gejala berlangsung lama dan tidak kunjung membaik. Bisa jadi, keluhan tersebut menandakan masalah kesehatan serius lainnya. Itulah sejumlah gejala kanker ovarium yang penting dikenali sejak dini. Jangan mengabaikan rasa tidak nyaman atau nyeri yang muncul terus-menerus di bagian tubuh tertentu. Semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang optimal.

Baca Juga