Portalandalas.com - Dalam ajaran Islam, kalimat **bismillah** atau *bismillahirrahmanirrahim* hampir selalu diucapkan ketika seseorang hendak memulai suatu aktivitas. Ungkapan yang berarti “Dengan menyebut nama Allah SWT” ini mengandung makna bahwa setiap perbuatan sebaiknya diawali dengan mengingat dan melibatkan Allah SWT sebagai bentuk ketundukan dan harapan akan keberkahan.
Kebiasaan tersebut juga berlaku saat membaca doa maupun melantunkan surah dalam Al-Qur’an. Namun, ada satu pengecualian yang kerap menimbulkan pertanyaan, yakni pada surah Surah At-Taubah. Jika kamu membuka mushaf Al-Qur’an, kamu tidak akan menemukan lafaz bismillah di awal surah tersebut.
Lantas, apa alasan di balik tidak dicantumkannya bismillah pada permulaan Surah At-Taubah? Para ulama tafsir telah memberikan sejumlah penjelasan mengenai hal ini. Berikut beberapa di antaranya.
### 1. Ditujukan kepada orang-orang kafir dan munafik
Salah satu alasan utama adalah karena kandungan Surah At-Taubah banyak berbicara tentang kaum kafir dan munafik. Surah ini mengungkap sikap mereka yang berpaling dari kebenaran serta jauh dari rahmat Allah SWT. Oleh sebab itu, sebagian ulama berpendapat bahwa mereka tidak layak “diawali” dengan kalimat yang sarat makna kasih sayang dan rahmat Allah.
Dalam kitab *Tafsir Al Azhar Jilid 4*, karya Hamka, disebutkan pendapat Sufyan bin Umayah yang menyatakan bahwa basmalah adalah simbol rahmat dan keamanan. Sementara Surah At-Taubah diturunkan dengan nada tegas kepada orang-orang munafik, sehingga tidak diawali dengan kalimat yang mencerminkan kedamaian dan perlindungan tersebut.
Pandangan ini sekaligus menunjukkan ketegasan sikap terhadap mereka yang secara terang-terangan menentang dan mengkhianati ajaran Islam.
### 2. Memuat perintah untuk berperang
Alasan berikutnya berkaitan dengan isi surah yang memuat perintah menghadapi dan memerangi kaum musyrik yang melanggar batas. Dalam beberapa ayatnya, Allah SWT memberikan instruksi tegas kepada kaum Muslimin untuk bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang mengkhianati perjanjian dan memerangi umat Islam.
Salah satu ayat yang sering dikutip adalah ayat ke-5, yang berisi perintah untuk memerangi orang-orang musyrik setelah berakhirnya bulan-bulan haram, kecuali jika mereka bertobat, mendirikan salat, dan menunaikan zakat.
Isi yang bernuansa ketegasan dan peperangan ini dinilai tidak selaras dengan makna basmalah yang mengandung sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim, yakni kasih sayang dan kelembutan Allah SWT. Karena itu, sebagian ulama berpendapat bahwa tidak dicantumkannya bismillah di awal surah merupakan bentuk penyesuaian dengan tema dan pesan yang disampaikan.
### 3. Pernyataan pemutusan perjanjian
Alasan ketiga adalah karena Surah At-Taubah diawali dengan deklarasi pemutusan hubungan atau perjanjian damai dengan kaum musyrik yang telah melanggar kesepakatan. Pada ayat pertama, Allah SWT menyampaikan pernyataan pemutusan tanggung jawab dari Allah dan Rasul-Nya terhadap pihak-pihak yang mengingkari perjanjian.
Pembukaan yang berisi pengumuman tegas semacam ini dianggap tidak tepat jika diawali dengan kalimat basmalah yang mencerminkan kedamaian dan rahmat. Oleh sebab itu, surah ini berdiri sendiri tanpa didahului bismillahirrahmanirrahim.
Itulah tiga penjelasan utama yang sering dikemukakan para ulama mengenai mengapa Surah At-Taubah tidak diawali dengan bismillah. Semoga uraian ini dapat menambah pemahaman dan wawasan tentang keistimewaan serta hikmah di balik susunan Al-Qur’an.

