Portalandalas.com - Momen Safari Ramadan dimanfaatkan Bupati Merangin, M. Syukur, sebagai ajang untuk menegaskan komitmennya kepada masyarakat dalam melanjutkan pembangunan daerah. Di hadapan warga, ia memastikan bahwa sektor infrastruktur tetap menjadi fokus utama dalam arah kebijakan pemerintahannya.
Ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran tetap diterapkan, namun dilakukan dengan penentuan skala prioritas yang jelas. Menurutnya, langkah tersebut justru membuahkan hasil yang signifikan. Pembangunan jalan di masa kepemimpinannya, kata Syukur, mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kegiatan Safari Ramadan itu digelar di Masjid Arafah, Desa Sungai Sahut, Kecamatan Tabir Selatan, pada Kamis (26/2) malam. Acara tersebut dihadiri warga setempat, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin.
Dalam sambutannya, Syukur menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur telah menjadi bagian penting dari prioritas kerjanya sejak awal menjabat. Meski menghadapi kebijakan efisiensi dan keterbatasan anggaran, ia menegaskan bahwa infrastruktur tetap menjadi fondasi utama dalam upaya membangun Kabupaten Merangin.
Ia juga memastikan bahwa setiap tahun selama masa jabatannya, wilayah Tabir Selatan akan tetap mendapatkan program pengaspalan jalan. Untuk tahun 2026, bahkan direncanakan proyek betonisasi yang menyambung dari wilayah Sinar Gading ke arah luar. Walaupun belum bisa dilakukan secara menyeluruh, ia menilai progres yang ada sudah menunjukkan perkembangan nyata.
Menurut Syukur, keberadaan infrastruktur yang memadai sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Jalan yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, mempermudah distribusi barang dan jasa, serta membuka akses antarwilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.
Sebagai kepala daerah, ia juga memaparkan data capaian pembangunan jalan yang menunjukkan peningkatan signifikan. Pada tahun 2025, panjang jalan yang berhasil dibangun hampir mencapai 18 kilometer. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun 2024 yang hanya sekitar 8 kilometer.
Ia menekankan bahwa pembangunan yang dilakukan tidak sekadar mengejar proyek fisik, melainkan juga memperhatikan aspek pemerataan dan keberlanjutan. Wilayah-wilayah yang selama ini membutuhkan peningkatan aksesibilitas akan menjadi perhatian khusus, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat Merangin.
Selain membahas program pembangunan, Syukur juga memberikan penjelasan terkait kondisi Bank 9 Jambi untuk meredakan kekhawatiran masyarakat. Ia memastikan bahwa stabilitas bank daerah tersebut tetap terjaga meskipun saat ini berada dalam pengawasan OJK.
Menurutnya, ia telah menggelar pertemuan dengan pihak OJK serta para pemegang saham. Dari hasil pembahasan tersebut dipastikan bahwa dana nasabah aman dan tidak ada yang hilang. Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak menarik dana secara berbondong-bondong karena Bank Jambi merupakan aset daerah yang harus dijaga bersama.
Terkait gangguan layanan ATM dan e-banking yang sempat terjadi, Syukur menjelaskan bahwa hal itu merupakan tindak lanjut dari rekomendasi audit forensik oleh OJK. Ia menjamin, selama proses perbaikan sistem berlangsung, para ASN tetap akan menerima gaji tepat waktu melalui mekanisme pencairan manual.
Safari Ramadan tersebut tidak hanya diisi dengan penyampaian program kerja, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Pada kesempatan itu, Syukur secara simbolis menyerahkan bantuan sebesar Rp5 juta dari CSR Bank 9 Jambi untuk kemaslahatan umat di Desa Sungai Sahut, serta bantuan dari Baznas Merangin sebesar Rp1,5 juta.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan masjid dan kebutuhan masyarakat sekitar. Di akhir sambutannya, Syukur juga menyampaikan permohonan maaf karena jadwal Safari Ramadan sempat mengalami penundaan beberapa kali guna menyesuaikan agenda bersama Pemerintah Provinsi Jambi.
Menutup kegiatan, ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan solidaritas. Dengan dukungan penuh dari warga, ia optimistis pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas pemerintahannya dapat diwujudkan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

