Resmi! Indonesia Punya Kampung Haji di Makkah, Lokasinya Cuma 500 Meter dari Masjidil Haram

Menu Atas

Resmi! Indonesia Punya Kampung Haji di Makkah, Lokasinya Cuma 500 Meter dari Masjidil Haram

Portal Andalas
Jumat, 09 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah berhasil memenangkan lelang atas sebuah hotel dan lahan di Makkah, Arab Saudi. Aset tersebut akan dimanfaatkan sebagai bagian dari pembangunan Kompleks Haji Indonesia di Tanah Suci. Prasetyo menjelaskan, salah satu aset yang diperoleh berupa hotel yang telah selesai dibangun dan akan langsung dibeli oleh pemerintah. Hotel tersebut direncanakan mulai digunakan tahun ini untuk menampung jemaah haji Indonesia secara sementara, dengan kapasitas sekitar 24.000 hingga 25.000 orang. Selain itu, pemerintah juga memperoleh sebidang tanah yang nantinya akan dikembangkan sebagai kawasan Kampung atau Kompleks Haji Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Prasetyo kepada awak media usai kegiatan retret Kabinet Merah Putih yang digelar di kediaman pribadi Presiden Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Arab Saudi memberikan keistimewaan kepada Indonesia dengan memberikan keleluasaan dalam memilih lokasi lahan yang dinilai strategis. Prasetyo menyebutkan, Presiden Prabowo telah menetapkan satu lokasi pilihan yang jaraknya hanya sekitar 500 meter dari Masjidil Haram. Lahan tersebut, yang disebut sebagai Lot nomor 3, akan menjadi pusat pembangunan Kompleks Haji Indonesia. Di kawasan tersebut, pemerintah berencana membangun berbagai fasilitas penunjang, mulai dari hotel, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas lainnya. Prasetyo berharap kompleks tersebut juga dilengkapi dengan klinik kesehatan untuk memenuhi kebutuhan jemaah. Selain itu, ia menaruh harapan agar tersedia food court sebagai ruang yang nyaman dan representatif bagi jemaah haji dan umrah Indonesia dalam menunjang aktivitas ibadah mereka. Prasetyo menambahkan, jumlah jemaah umrah asal Indonesia setiap tahun hampir mencapai 1,8 juta orang. Menurutnya, angka tersebut merupakan potensi besar yang perlu dikelola secara optimal. Sebelumnya, CEO Danantara Indonesia yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia telah membeli sebuah hotel beserta lahan seluas kurang lebih lima hektare di Makkah. Kawasan ini akan dikembangkan sebagai Kampung Haji Indonesia. Hotel yang diakuisisi adalah Novotel Thakher Makkah, yang memiliki tiga menara dengan total 1.461 kamar dan mampu menampung sekitar 4.383 calon jemaah haji Indonesia. Ke depan, pemerintah merencanakan penambahan 13 menara baru sehingga total kamar meningkat menjadi 6.025 unit. Dengan pengembangan tersebut, Kompleks Haji Indonesia diharapkan mampu menampung lebih banyak calon jemaah haji dengan fasilitas yang terintegrasi, nyaman, dan lebih efisien. Rosan juga menjelaskan bahwa lokasi kompleks ini sangat dekat dengan Masjidil Haram, jauh lebih strategis dibandingkan akomodasi jemaah haji Indonesia selama ini yang umumnya berjarak sekitar 4,5 hingga 6 kilometer. Adapun nilai pembelian hotel dan lahan tersebut mencapai sekitar 500 juta dolar AS. Sementara itu, pembangunan lanjutan berupa penambahan 13 menara dan pusat perbelanjaan diperkirakan membutuhkan investasi tambahan sebesar 700 hingga 800 juta dolar AS.

Baca Juga