Portalandalas.com - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi menegaskan bahwa buku panduan manasik untuk calon jemaah haji (CJH) tahun 2026 sudah tiba di Asrama Haji yang berada di Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. Proses pendistribusian ditargetkan rampung sebelum perayaan Idul Fitri.
Kepala Kanwil Kemenhaj Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, menyampaikan bahwa setelah buku diterima, pihaknya langsung menjadwalkan rapat koordinasi. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian persiapan penyelenggaraan ibadah haji dapat berjalan secara terpadu dan sistematis.
“Kami segera menggelar rapat koordinasi agar penyaluran buku manasik, pengurusan visa, pembagian koper, hingga pengelolaan asrama dapat berlangsung terintegrasi sehingga pelayanan kepada jemaah lebih cepat dan maksimal,” ujarnya pada Selasa (03/03/2026).
Penyaluran buku dilakukan berdasarkan jumlah jemaah yang terdaftar, dengan ketentuan setiap orang memperoleh satu buku. Kebijakan ini bertujuan agar seluruh CJH memiliki pedoman resmi sebagai acuan dalam mengikuti setiap tahapan ibadah haji.
Berdasarkan data Kemenhaj Jambi, jumlah calon jemaah haji asal Provinsi Jambi tahun ini mencapai 3.276 orang, tidak termasuk petugas haji. Kota Jambi tercatat sebagai daerah dengan jumlah terbanyak, yakni sekitar 830 CJH, terdiri atas lebih dari 346 jemaah laki-laki dan lebih dari 384 jemaah perempuan.
Para jemaah dijadwalkan berangkat dalam tiga kelompok terbang (kloter). Mereka akan mengisi penuh Kloter 13, serta bergabung dalam Kloter 20 dan Kloter 22.
Wahyudi menargetkan seluruh buku manasik sudah berada di tangan jemaah sebelum Idul Fitri, sehingga mereka memiliki waktu yang cukup untuk mempelajari materi yang tersedia. Sementara itu, pembagian koper haji direncanakan dilaksanakan setelah Idul Fitri dan akan disalurkan ke masing-masing kabupaten/kota.
Buku manasik tersebut berisi panduan lengkap yang mencakup aspek fikih, tata cara pelaksanaan ibadah, hingga nilai-nilai filosofis dan spiritual dalam berhaji. Materinya disusun secara kontekstual dan aplikatif, dengan pendekatan yang ramah bagi jemaah lanjut usia, berisiko tinggi, perempuan, serta penyandang disabilitas.

