Medan Ekstrem! Tim SAR Gunakan Jalur Khusus Warga Evakuasi Korban Pesawat

Menu Atas

Medan Ekstrem! Tim SAR Gunakan Jalur Khusus Warga Evakuasi Korban Pesawat

Portal Andalas
Selasa, 20 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Senin (19/1/2026), dilakukan dengan memanfaatkan jalur darat yang direkomendasikan oleh warga setempat. Jalur yang ditunjukkan masyarakat menjadi sangat krusial mengingat kondisi medan yang ekstrem, terjal, serta sulit dijangkau oleh tim penyelamat. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa rute yang dilalui tim SAR merupakan hasil arahan langsung dari warga yang lebih memahami kontur wilayah serta titik keberadaan korban. “Rute ini merupakan petunjuk masyarakat. Mereka mengetahui jalur yang memungkinkan untuk dilalui hingga ke lokasi korban,” kata Sultan saat ditemui di Posko Tompo Bulu, Kecamatan Balocci. Evakuasi Mengandalkan Jalur Darat Lokasi jatuhnya pesawat berada di kawasan dengan medan yang sangat berat, minim aktivitas warga, serta tidak memiliki akses perkebunan maupun jalur alternatif. Kondisi cuaca yang belum mendukung membuat upaya evakuasi melalui udara tidak dapat dilakukan. Dengan pertimbangan tersebut, tim SAR memilih jalur darat sesuai arahan masyarakat setempat sebagai satu-satunya opsi yang memungkinkan. Saat ini, delapan personel SAR masih bertahan di puncak gunung bersama jenazah korban sambil menunggu proses evakuasi lanjutan. “Personel tetap berada di lokasi karena medan yang sulit serta cuaca yang masih menjadi kendala utama,” jelas Sultan. Untuk memperkuat upaya evakuasi, sebanyak 34 personel tim SAR gabungan kembali diterjunkan, terdiri dari unsur SAR, Basarnas, TNI, Polri, Polhut, serta masyarakat yang berperan sebagai pemandu jalur. Selain melakukan evakuasi terhadap satu jenazah yang telah ditemukan, tim di lapangan juga terus melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya. Sementara itu, Asisten Resimen Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto, mengungkapkan bahwa empat tim tambahan dari Kabupaten Maros turut dikerahkan untuk menjangkau area dasar jurang yang curam. “Tim dari bawah akan memeriksa kondisi dasar tebing karena diperkirakan serpihan pesawat jatuh hingga ke area tersebut,” ujarnya. Diketahui, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan jatuh pada Sabtu (17/1/2026) saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat tersebut mengangkut 10 orang, terdiri dari tujuh awak dan tiga penumpang, sebelum akhirnya hilang kontak dan menghantam lereng Gunung Bulusaraung. Hingga Minggu (18/1/2026), Tim SAR baru berhasil menemukan satu korban.

Baca Juga