Kentang dan Nasi Dimakan Bersamaan, Sehat atau Berisiko?

Menu Atas

Kentang dan Nasi Dimakan Bersamaan, Sehat atau Berisiko?

Portal Andalas
Rabu, 28 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Menyantap kentang goreng bersama nasi, atau menikmati perkedel sebagai lauk pendamping nasi hangat, sudah menjadi pemandangan yang lazim bagi banyak orang. Di warung tegal maupun rumah makan sederhana, kombinasi menu seperti ini sangat mudah dijumpai. Namun, pernahkah terpikir bahwa mengonsumsi kentang dan nasi dalam satu waktu dapat memberikan efek tertentu bagi tubuh? Pada dasarnya, nasi dan kentang sama-sama termasuk sumber karbohidrat. Nasi putih tergolong karbohidrat sederhana, sedangkan kentang mengandung karbohidrat kompleks dengan kadar serat yang relatif lebih tinggi. Ketika kedua jenis makanan ini dikonsumsi bersamaan, asupan karbohidrat dalam sekali makan bisa meningkat cukup tajam. Padahal, meskipun karbohidrat dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi utama, konsumsi berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik dapat menyebabkan kelebihan energi. Energi yang tidak terpakai tersebut akan disimpan sebagai lemak. Jika kondisi ini terjadi secara terus-menerus, bukan tidak mungkin berat badan akan bertambah dan kadar gula darah ikut meningkat dalam jangka panjang. Meski demikian, bukan berarti kentang dan nasi sama sekali tidak boleh dimakan bersamaan. Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan porsi. Dalam satu piring, sebaiknya karbohidrat tidak mendominasi seluruh isi makanan. Akan lebih baik jika menu dilengkapi dengan sumber protein seperti tahu, tempe, atau ayam, serta sayuran hijau yang kaya serat. Kombinasi ini membantu menjaga keseimbangan gizi sekaligus mendukung kerja metabolisme tubuh. Bagi orang yang sedang mengontrol berat badan atau kadar gula darah, disarankan untuk memilih salah satu sumber karbohidrat saja. Misalnya, mengganti nasi dengan kentang rebus atau kukus yang umumnya memiliki kalori lebih rendah dibanding nasi putih. Selain jenis makanan, cara pengolahan juga memegang peranan penting. Kentang yang digoreng, seperti kentang goreng atau perkedel, mengandung lemak tambahan yang otomatis meningkatkan jumlah kalori. Pada akhirnya, kebiasaan makan seharusnya tidak hanya berfokus pada rasa kenyang, tetapi juga memperhatikan kandungan gizi yang dikonsumsi. Seiring meningkatnya kesadaran akan pola hidup sehat, pemilihan dan pengombinasian makanan pun perlu dipertimbangkan dengan bijak. Jadi, mengonsumsi kentang bersama nasi boleh saja, asalkan tahu batasannya dan tidak dilakukan secara rutin.

Baca Juga