Jangan Anggap Sepele! Ini 8 Sinyal Tubuh Kekurangan Energi dari Gula Darah

Menu Atas

Jangan Anggap Sepele! Ini 8 Sinyal Tubuh Kekurangan Energi dari Gula Darah

Portal Andalas
Rabu, 21 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Gula darah atau glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh agar tetap bertenaga sepanjang hari. Saat kadar gula darah turun terlalu rendah, tubuh segera memberi sinyal melalui gejala yang sering dianggap sepele. Menurut American Diabetes Association (ADA), hipoglikemia bisa memengaruhi fungsi otak, kemampuan berpikir, dan keseimbangan fisik secara langsung. Bahkan Cleveland Clinic menekankan, meski ringan, kekurangan gula dapat mengganggu konsentrasi, memperlambat refleks, dan membuat tubuh gemetar. Portal Andalas merangkum delapan tanda tubuh kekurangan gula yang penting dikenali: 1. Tubuh terasa lemas tiba-tiba Rasa lemas mendadak adalah tanda paling umum saat gula darah turun. Glukosa adalah energi utama sel, sehingga ketika berkurang, tubuh langsung kehilangan tenaga. Terkadang Mama merasa “baterai habis” meski sudah makan, tenggorokan kering, dan kaki terasa lemah. Jika kondisi ini muncul tiba-tiba atau berulang, itu pertanda tubuh membutuhkan gula segera. 2. Gemetar atau tremor ringan Penurunan gula darah memicu sistem saraf simpatik untuk bekerja ekstra, sehingga hormon adrenalin meningkat. Mayo Clinic menjelaskan, tangan atau jari bisa bergetar, disertai jantung berdebar atau keringat dingin. Bahkan beberapa orang kesulitan memegang benda karena tangan tidak stabil. Segera konsumsi camilan sehat bila gejala ini muncul. 3. Konsentrasi menurun Otak sangat bergantung pada glukosa. Harvard Medical School menyebutkan, saat gula darah rendah, kemampuan berpikir melemah, membuat fokus dan ingatan terganggu. Mama mungkin sulit bekerja, membaca, atau membuat keputusan sederhana. Pikiran terasa melayang, dan percakapan pun bisa terasa berat. 4. Lapar berlebihan Rasa lapar yang datang tiba-tiba dan intens adalah sinyal tubuh kekurangan gula. Cleveland Clinic menjelaskan, otak memerintahkan makan cepat untuk mengembalikan energi. Mama mungkin merasa lapar meski baru makan beberapa jam lalu, dan sering ingin makanan manis. 5. Keringat dingin tanpa sebab Keringat dingin bisa muncul karena tubuh bereaksi darurat saat gula darah turun cepat. Biasanya terasa di punggung, dahi, atau telapak tangan, lembap dan dingin, bahkan saat sedang santai. Perasaan gelisah sering menyertai kondisi ini. 6. Jantung berdebar lebih cepat Turunnya gula darah membuat tubuh melepaskan adrenalin sehingga detak jantung meningkat. Menurut American Heart Association, hipoglikemia memengaruhi sistem saraf otonom yang mengatur jantung. Debaran ini biasanya muncul bersamaan dengan rasa lemas, gelisah, atau tangan dingin. 7. Sakit kepala Kadar glukosa rendah dapat memengaruhi aliran darah ke otak, memicu sakit kepala ringan hingga berat, kadang disertai penglihatan kabur. Harvard Medical School menyebutkan, minum air saja tidak cukup, karena penyebab utama adalah rendahnya gula darah. 8. Mudah marah atau perubahan emosi Fluktuasi gula darah memengaruhi hormon stres dan suasana hati. Cleveland Clinic menyebut hipoglikemia bisa membuat seseorang cepat tersinggung, sedih, atau sensitif. Perubahan emosi sering mereda setelah makan. Hipoglikemia bukan hal sepele. Kekurangan gula dapat memengaruhi energi, fungsi otak, dan kestabilan emosi. Gejala ini biasanya muncul sebelum makan atau saat aktivitas berat, sehingga penting untuk mengenalinya lebih awal. Untuk mencegahnya, makan secara teratur, pilih karbohidrat kompleks, dan hindari perut kosong terlalu lama. Bila gejala muncul berulang, segera konsultasi dokter. Semakin cepat Mama mengenali tanda-tanda kekurangan gula, semakin mudah menjaga tubuh tetap bertenaga dan stabil.

Baca Juga