Gunung Kerinci Masih ‘Ngambek’! Jalur Pendakian Ditutup, Masyarakat Gelar Ritual Adat

Menu Atas

Gunung Kerinci Masih ‘Ngambek’! Jalur Pendakian Ditutup, Masyarakat Gelar Ritual Adat

Portal Andalas
Selasa, 20 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Jalur pendakian Gunung Kerinci, gunung tertinggi di Sumatera, masih ditutup untuk umum menyusul adanya aktivitas gempa yang terpantau di kawasan tersebut. Penutupan ini dilakukan demi keselamatan pendaki dan warga sekitar. Menanggapi situasi ini, masyarakat di kaki Gunung Kerinci berencana menggelar ritual adat yang dikombinasikan dengan kegiatan bersih-bersih lingkungan. Tradisi turun-temurun ini diyakini sebagai bentuk penghormatan terhadap alam sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Kepala Resort Gunung Kerinci, Eko Supriyatno, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan melibatkan pegiat lingkungan dan warga dari empat desa sekitar gunung, dengan Desa Kersik Tuo sebagai penggerak utama. “Kami bersama empat desa, dengan Desa Kersik Tuo sebagai motor penggerak, akan menggelar ritual adat berupa pembersihan gunung dan direncanakan juga penyembelihan hewan,” ujar Eko. Eko menambahkan, ritual ini dilaksanakan berdasarkan kepercayaan masyarakat yang merasa mendapat pesan spiritual untuk membersihkan kawasan gunung. Tradisi ini telah lama dilakukan sebagai kearifan lokal dalam menjaga alam. Empat desa yang terlibat adalah Desa Kersik Tuo, Desa Batang Sangir, Desa Lindung Jaya, dan Desa Mekar Jaya. Ritual adat dijadwalkan berlangsung pada 22 Januari 2026. Selain ritual adat, Resort Gunung Kerinci bersama relawan, pelaku wisata, guide, porter, dan kelompok masyarakat lainnya akan melakukan kegiatan bersih-bersih jalur pendakian. Aksi ini direncanakan berlangsung selama tiga hari, dari 23 hingga 25 Januari 2026. “Kegiatan pembersihan akan dilakukan tanggal 23 sampai 25 Januari 2026 bersama para volunteer,” jelas Eko. Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I BBTNKS, David, menyebutkan bahwa kegiatan serupa sebenarnya telah direncanakan sebelumnya, tetapi ditunda karena aktivitas gempa Gunung Kerinci masih terpantau melalui data Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci (M10). “Kami bersama relawan, guide, porter, serta komunitas pendaki, termasuk konten kreator, akan menggelar aksi bersih-bersih. Namun karena kondisi kegempaan, kegiatan dijadwalkan ulang,” kata David. Pihak pengelola mengimbau masyarakat dan pendaki untuk tetap mematuhi penutupan jalur pendakian hingga Gunung Kerinci dinyatakan aman.

Baca Juga