Demam Tak Turun-Turun? Waspada, Bisa Jadi Gejala Super Flu Berat

Menu Atas

Demam Tak Turun-Turun? Waspada, Bisa Jadi Gejala Super Flu Berat

Portal Andalas
Senin, 19 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Super flu perlu segera mendapat penanganan di rumah sakit apabila menimbulkan gangguan pernapasan, penurunan tingkat kesadaran, atau tanda-tanda kondisi tubuh yang semakin memburuk. Dokter spesialis paru RS UNS, dr. Brigitta Devi Anindita Hapsari, Sp.P(K), menjelaskan bahwa kemunculan gejala tersebut menandakan infeksi telah berkembang dan sudah tidak aman lagi jika hanya ditangani di rumah. Karena itu, pengenalan tanda-tanda klinis sejak dini menjadi hal krusial agar pasien tidak terlambat memperoleh pertolongan medis. Pendekatan ini dikenal sebagai triase klinis dalam penanganan kasus super flu. Gejala super flu berat yang perlu segera ditangani Pada umumnya, flu dapat membaik dengan perawatan mandiri. Namun, pada kondisi super flu, terdapat sejumlah gejala yang menandakan keadaan telah melewati batas aman untuk ditangani tanpa pengawasan medis. Brigitta menegaskan, keputusan membawa pasien ke rumah sakit tidak boleh ditunda ketika tanda-tanda berat mulai muncul. Keterlambatan penanganan berisiko memperburuk kondisi, terutama pada kelompok yang rentan. Sesak napas dan penurunan kadar oksigen Sesak napas menjadi salah satu tanda klinis utama yang harus diwaspadai. Menurut Brigitta, gangguan pernapasan menunjukkan bahwa infeksi telah berdampak signifikan pada fungsi paru-paru. Selain itu, penurunan saturasi oksigen menandakan tubuh tidak mendapatkan suplai oksigen yang memadai. Kondisi ini memerlukan pemantauan serta penanganan medis di fasilitas kesehatan. Penurunan kesadaran dan nyeri dada Penurunan kesadaran merupakan sinyal serius yang tidak boleh diabaikan. Brigitta menyebutkan bahwa perubahan tingkat kesadaran menandakan infeksi telah memengaruhi kondisi tubuh secara menyeluruh. Sementara itu, nyeri dada juga menjadi keluhan yang harus segera dievaluasi secara medis. Gejala ini dapat berkaitan dengan gangguan pernapasan atau perburukan kondisi lain yang menyertai infeksi. Demam tinggi yang tidak mereda Demam memang merupakan gejala umum pada flu. Namun, demam tinggi yang tidak kunjung turun meski telah diberikan obat penurun panas menjadi tanda peringatan serius. Menurut Brigitta, kondisi tersebut menunjukkan bahwa respons tubuh terhadap infeksi tidak terkendali dengan baik. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi lanjutan. Risiko dehidrasi pada lansia Pada pasien lanjut usia, super flu dapat memicu dehidrasi dalam waktu singkat. Brigitta menekankan bahwa dehidrasi pada lansia bukanlah kondisi ringan karena dapat memperburuk keadaan umum pasien. Oleh sebab itu, tanda-tanda dehidrasi menjadi alasan kuat untuk segera membawa pasien ke rumah sakit, mengingat penanganan cairan dan pemantauan ketat sering kali dibutuhkan pada kelompok usia ini. Pentingnya triase klinis Triase klinis berperan membantu tenaga kesehatan menentukan tingkat kegawatan pasien sejak awal. Brigitta menjelaskan bahwa tujuan utama triase adalah memastikan pasien dengan kondisi berat memperoleh penanganan lebih cepat. Pendekatan ini juga penting agar sumber daya medis dapat digunakan secara efektif dan tepat sasaran. Bagi pasien dan keluarga, pemahaman terhadap gejala berat membantu pengambilan keputusan yang cepat dan akurat. Tetap waspada tanpa panik Super flu bukanlah alasan untuk panik, namun juga tidak boleh dianggap sepele. Mengenali gejala yang mengharuskan penanganan di rumah sakit merupakan langkah penting untuk mencegah kondisi semakin memburuk. Respons yang cepat dan tepat dapat membantu menurunkan risiko komplikasi akibat super flu.

Baca Juga