SBY Nilai Kepemimpinan Prabowo di Tengah Bencana Sumatera, Ini Pesan Tegasnya

Menu Atas

SBY Nilai Kepemimpinan Prabowo di Tengah Bencana Sumatera, Ini Pesan Tegasnya

Portal Andalas
Jumat, 26 Desember 2025
Bagikan:


Portalandalas.com - 
Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan sejumlah catatan pemikiran terkait penanganan bencana alam di wilayah Sumatera yang berada di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pandangan tersebut disampaikan SBY setelah mencermati perkembangan situasi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak banjir serta tanah longsor pada akhir November 2025.

Dalam unggahan di akun X miliknya, @SBYudhoyono, pada Rabu (24/12/2025), SBY mengungkapkan bahwa perhatiannya tertuju pada tingkat keparahan bencana, jumlah korban jiwa, serta besarnya kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum. Ia juga menyoroti langkah-langkah yang telah ditempuh oleh pemerintah pusat dan daerah dalam menangani dampak bencana tersebut.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu menilai penanganan bencana merupakan persoalan yang rumit dan tidak sederhana, terlebih pada masa tanggap darurat ketika akses ke sejumlah wilayah terdampak terputus. Dalam konteks tersebut, SBY menekankan pentingnya ketangguhan dan kecakapan seorang presiden dalam mengendalikan situasi krisis.

Menurut SBY, komando dan pengendalian harus dijalankan secara efektif, idealnya dengan kepemimpinan langsung dari kepala negara melalui manajemen krisis yang terorganisasi. Namun demikian, ia juga memahami bahwa setiap presiden memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, termasuk perbedaan antara dirinya dan Presiden Prabowo Subianto.

SBY menegaskan bahwa pendekatan yang diambil Prabowo tentu tidak bisa disamakan dengan kebijakan yang ia terapkan saat menghadapi bencana besar, seperti tsunami Aceh dan Nias tahun 2004, gempa Yogyakarta 2006, maupun gempa Padang 2009. Perbedaan tersebut, menurutnya, dipengaruhi oleh variasi konteks, jenis bencana, serta skala dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Ia juga menekankan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana memerlukan waktu yang panjang, dukungan anggaran yang memadai, perencanaan induk yang matang, serta pelaksanaan kebijakan yang efektif di lapangan. SBY menyebut, dirinya melihat keseriusan Presiden Prabowo dalam menangani bencana, termasuk dengan turun langsung ke lokasi terdampak dan memberikan perhatian penuh terhadap pemulihan wilayah.

SBY menambahkan bahwa Presiden Prabowo telah mengambil sejumlah kebijakan strategis untuk membangun kembali daerah-daerah di Sumatera yang terdampak bencana alam tersebut. Ia pun membagikan beberapa poin penting agar pemulihan infrastruktur dapat berjalan optimal, di antaranya penyusunan konsep rehabilitasi dan rekonstruksi yang jelas, kepemimpinan lapangan yang solid, pelaksanaan rencana secara konsisten, serta akuntabilitas penuh dalam penggunaan keuangan negara.

Di akhir catatannya, SBY mengajak seluruh elemen bangsa untuk memberikan dukungan kepada pemerintah dalam upaya pemulihan pascabencana. Ia berharap masyarakat terdampak dapat kembali bangkit dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah melampaui 1.100 jiwa. Berdasarkan data BNPB per 23 Desember 2025, sebanyak 1.106 orang dilaporkan meninggal dunia dari 52 kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut, sementara 175 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Jumlah korban meninggal terbanyak tercatat di Provinsi Aceh dengan 477 jiwa dari 18 kabupaten/kota terdampak, disusul Sumatera Utara dengan 369 korban meninggal di 18 kabupaten/kota, serta Sumatera Barat dengan 260 korban jiwa di 16 kabupaten/kota. Adapun total korban luka dilaporkan mencapai sekitar 7.000 orang.

Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur juga terbilang masif. BNPB mencatat sebanyak 158.088 rumah mengalami kerusakan di tiga provinsi tersebut. Aceh menjadi wilayah dengan jumlah rumah rusak terbanyak, yakni 115.678 unit. Kerusakan fasilitas umum juga mencapai sekitar 1.600 unit, yang terdiri atas 219 fasilitas kesehatan, 967 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung perkantoran, serta 145 jembatan.

Baca Juga