Revolusi Sampah Dimulai! TPS Simpang Royal Resmi Ditutup, Ini Sistem Barunya

Menu Atas

Revolusi Sampah Dimulai! TPS Simpang Royal Resmi Ditutup, Ini Sistem Barunya

Portal Andalas
Sabtu, 02 Mei 2026
Bagikan:

Pemerintah Kota Jambi mulai menunjukkan langkah tegas dalam menangani persoalan sampah. Penutupan permanen Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di kawasan Simpang Royal, Kelurahan Jelutong, Kecamatan Jelutung, pada Jumat (1/5/2026), menjadi tanda perubahan arah kebijakan pengelolaan sampah di kota tersebut.
Wali Kota Maulana hadir langsung dalam prosesi penutupan simbolis itu. Ia menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa lagi mengandalkan cara lama yang bertumpu pada TPS konvensional.
Menurutnya, laju pertumbuhan penduduk dan permukiman tidak lagi sejalan dengan kapasitas TPS yang tersedia. Jika konsep pengelolaan tidak diubah, persoalan sampah akan terus berulang.
Sebagai solusi, Pemkot Jambi memperkenalkan sistem Operator Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM). Skema ini mengedepankan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Di Kecamatan Jelutung, sekitar 1.200 rumah ditargetkan terlayani sistem ini. Pola pengelolaan pun berubah, dari sebelumnya membuang sampah ke TPS menjadi layanan jemput sampah langsung dari rumah warga.
Melalui dukungan Dinas Lingkungan Hidup, armada bentor dalam program Kampung Bahagia mulai dioperasikan untuk mengangkut sampah setiap hari. Sampah yang dikumpulkan kemudian dibawa ke depo transfer sebagai titik pengumpulan sebelum diproses lebih lanjut.
Maulana menegaskan tidak ada lagi toleransi bagi TPS liar di pinggir jalan. Seluruh pengelolaan harus masuk dalam sistem yang terkontrol.
Langkah ini juga diiringi dengan penguatan fungsi depo transfer. Bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Maulana meninjau sejumlah lokasi seperti Pasar Mama, Mayang, dan Pasir Putih untuk memastikan kesiapan fasilitas.
Peninjauan tersebut sekaligus menjadi evaluasi awal terhadap kesiapan infrastruktur dalam mendukung sistem baru yang lebih terintegrasi. Pemerintah ingin memastikan seluruh rantai pengelolaan, dari pengangkutan hingga pengolahan, berjalan tanpa hambatan.
Meski demikian, Maulana mengingatkan bahwa keberhasilan program ini juga sangat bergantung pada kesadaran masyarakat. Jika masih ada yang membuang sampah sembarangan, sistem yang telah disiapkan tidak akan berjalan optimal.
Melalui kebijakan baru ini, Pemkot Jambi berharap dapat meninggalkan pola lama berbasis TPS, mengurangi titik sampah liar, mempercepat proses pengangkutan, serta mewujudkan lingkungan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Optimisme pun mulai tumbuh, bahwa persoalan sampah yang selama ini menjadi masalah klasik dapat dikendalikan melalui pendekatan yang lebih sistematis dan melibatkan peran aktif masyarakat.

Baca Juga