Di Kecamatan Pamenang Selatan, Kabupaten Merangin, banjir dipicu oleh meluapnya Sungai Batang Tembesi yang merendam Desa Pulau Bayur dan Desa Selango. Akibatnya, puluhan rumah warga terendam, bahkan sebagian mengalami kerusakan.
Kapolsek Pamenang bersama anggota turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan, pengamanan, serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Tercatat sebanyak 60 rumah terdampak, dengan 15 rumah mengalami kerusakan di Desa Pulau Bayur. Selain itu, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan jembatan gantung juga mengalami kerusakan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Melalui Polsek Pamenang, Polda Jambi juga telah menyalurkan bantuan berupa sembako kepada warga terdampak dan terus berkoordinasi dengan BPBD serta instansi terkait dalam penanganan pascabanjir.
Sementara itu, di Kabupaten Sarolangun, banjir turut melanda beberapa kecamatan seperti Batang Asai, Bathin VIII, dan Limun. Ratusan rumah warga sempat terendam, sejumlah fasilitas umum rusak, dan beberapa jembatan penghubung desa dilaporkan putus.
Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan bahwa kondisi air saat ini mulai berangsur surut di sebagian besar wilayah. Warga pun telah mulai membersihkan rumah masing-masing.
Erlan menjelaskan, Polres Sarolangun bersama TNI, BPBD, dan Dinas Sosial telah melakukan berbagai langkah penanganan, seperti patroli, pendirian tenda darurat, distribusi bantuan, hingga membantu warga membersihkan rumah pascabanjir.
Ia juga memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan situasi secara umum masih kondusif. Personel Polri tetap disiagakan untuk memantau perkembangan debit air, mengantisipasi banjir susulan, serta membantu masyarakat agar kondisi tetap aman.
Selain itu, petugas terus mengimbau warga agar tidak beraktivitas di sekitar aliran sungai yang masih deras, serta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Kapolda Jambi menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam penanganan bencana. Seluruh jajaran telah bergerak cepat dalam proses evakuasi, pengamanan, hingga penyaluran bantuan kepada warga terdampak.
Lebih lanjut, Kapolda juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi bencana alam. Sinergi dengan TNI, BPBD, Dinas Sosial, serta pihak terkait lainnya terus diperkuat agar penanganan dapat berjalan optimal dan cepat.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi. Warga diminta menghindari daerah rawan banjir dan segera melapor kepada petugas jika membutuhkan bantuan.
