Seekor harimau Sumatera dilaporkan ditemukan dalam kondisi mati di aliran sungai yang berada di kawasan SP 4, Desa Bukit Makmur, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Penemuan ini pertama kali diketahui oleh warga setempat yang kemudian melaporkannya kepada pihak berwenang.
Menanggapi laporan tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu segera mengambil langkah dengan mengirimkan tim ke lokasi kejadian. Kepala BKSDA Bengkulu, Agung Nugroho, menyampaikan bahwa informasi yang diterima masih dalam tahap klarifikasi dan tim sedang melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Selain itu, pihak BKSDA juga masih mengumpulkan berbagai informasi penting terkait temuan tersebut. Kepala Seksi Wilayah I BKSDA, Said Jauhari, menjelaskan bahwa detail seperti jenis kelamin harimau, titik pasti lokasi, serta penyebab kematiannya masih dalam proses pendalaman. Semua data tersebut diperlukan agar hasil investigasi lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam upaya mengungkap penyebab kematian satwa dilindungi tersebut, BKSDA turut melibatkan tenaga medis hewan. Tim yang diterjunkan terdiri dari personel dari Kota Bengkulu, petugas dari Resor Mukomuko, serta dokter hewan yang akan melakukan proses nekropsi atau pemeriksaan terhadap bangkai harimau. Langkah ini bertujuan untuk mengetahui secara ilmiah faktor penyebab kematian, apakah karena alami atau adanya indikasi lain.
Hingga saat ini, tim masih bekerja di lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Hasil dari penyelidikan tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan terkait kematian harimau Sumatera, yang merupakan salah satu satwa langka dan dilindungi di Indonesia.
