Penasehat Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jambi, Hesnidar Haris atau yang akrab disapa Hesti Haris, menekankan bahwa peringatan Hari Kartini ke-148 harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni. Ia mengajak perempuan di Jambi untuk berkontribusi nyata dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, khususnya di tengah pesatnya perkembangan digital.
Hal tersebut disampaikan Hesti saat menghadiri puncak peringatan Hari Kartini di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Jambi, yang turut dihadiri Gubernur Jambi Al Haris bersama para pimpinan organisasi perempuan dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti pentingnya peran perempuan di era digital yang kini menghadirkan peluang sekaligus tantangan, terutama dalam menjaga ketahanan keluarga dan nilai moral generasi muda.
Menurutnya, jika dahulu RA Kartini berjuang melalui akses pendidikan, maka perempuan masa kini dituntut mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai dan moral di tengah arus digitalisasi. Ia menegaskan bahwa perempuan tidak boleh bersikap pasif, melainkan harus aktif mengambil peran strategis di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Hesti juga mendorong organisasi perempuan di Jambi untuk memperkuat sinergi dan menghadirkan program-program yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat, bukan hanya sebatas kegiatan formalitas.
Dalam rangkaian peringatan tersebut, turut diberikan penghargaan kepada sejumlah “Perempuan Inisiator” dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Para penerima dinilai telah memberikan kontribusi nyata di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, hingga lingkungan hidup. Di antaranya Tazkia Noor Hovda dari Kota Jambi, Musda Gianti dari Muaro Jambi, Maichani dan Mastiani dari Batanghari, Heria Sri Martuti dari Merangin, Sinta Kartika dari Tanjung Jabung Timur, Hesti Mufida Sari dari Tebo, Noor Hayatun Nufus dari Sarolangun, Suci Mutia Luiza dari Kerinci, serta Mulya Viani Andarini dari Kota Sungai Penuh.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa perempuan yang tangguh akan melahirkan keluarga yang kuat, yang pada akhirnya menjadi fondasi bagi terciptanya generasi unggul bagi daerah dan bangsa.
