Dari Tempat “Kelam” Jadi Pusat Ibadah, Rencana Besar Pemkot Jambi Bikin Kaget

Menu Atas

Dari Tempat “Kelam” Jadi Pusat Ibadah, Rencana Besar Pemkot Jambi Bikin Kaget

Portal Andalas
Rabu, 01 April 2026
Bagikan:

JAMBI – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi semakin menegaskan komitmennya dalam menata kawasan berbasis sosial dan keagamaan. Hal ini terlihat dari langkah langsung Wali Kota Jambi, Maulana, yang meninjau lokasi rencana pembangunan masjid di Jalan Syailendra RT 05, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo (eks lokalisasi Pucuk), pada Senin (30/03/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya strategis Pemkot Jambi untuk menghilangkan stigma negatif yang selama ini melekat pada kawasan Payo Sigadung. Penataan yang dirancang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mengedepankan pendekatan sosial melalui pengembangan kawasan terpadu berbasis keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.

Di lokasi peninjauan, Maulana menegaskan bahwa masjid yang direncanakan tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga akan menjadi pusat kegiatan warga. “Kami ingin kawasan ini ke depan menjadi tempat ibadah sekaligus pusat UMKM dan fasilitas olahraga bagi masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, Pemkot Jambi masih melakukan penelusuran terkait status lahan yang akan digunakan. Pemerintah optimistis akan ada pihak yang bersedia menghibahkan lahan untuk mendukung pembangunan tersebut. “Lahannya sedang kami telusuri, insya Allah ada yang menghibahkan. Nanti masjidnya akan kita bangun di sini,” tambah Maulana.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penataan kawasan akan dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Pendekatan yang digunakan bersifat menyeluruh agar perubahan yang dihasilkan dapat berkelanjutan.

“Ke depan kawasan ini akan dibangun secara komprehensif. Baznas juga akan terlibat, sehingga pendekatannya holistik dan kawasan ini bisa berkembang menjadi lebih produktif,” tegasnya.

Selain pembangunan masjid, Pemkot Jambi juga merancang penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM, khususnya bagi kaum ibu, pembangunan pesantren sebagai pusat pendidikan keagamaan, serta penyediaan fasilitas olahraga untuk meningkatkan kualitas hidup warga.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengubah eks lokalisasi Pucuk menjadi kawasan yang religius, produktif, dan memiliki daya saing. Transformasi ini juga ditargetkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menghapus citra negatif yang selama ini melekat.

Dengan dukungan berbagai pihak dan partisipasi masyarakat, Pemkot Jambi optimistis kawasan Payo Sigadung akan bertransformasi secara bertahap menjadi wilayah yang mandiri, religius, dan kompetitif di masa mendatang.

Baca Juga