Portalandalas.com - Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti, sehingga suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan ikut terganggu. Kondisi ini dapat menyebabkan sel-sel otak mati hanya dalam hitungan menit, yang berujung pada kerusakan permanen bahkan kematian.
Salah satu upaya penting untuk menekan risiko stroke adalah dengan mengatur faktor-faktor yang masih bisa dikendalikan, termasuk kebiasaan yang dilakukan pada malam hari.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam *International Journal of Stroke* tahun 2025 mengungkapkan bahwa sekitar 84 persen kasus stroke berkaitan dengan gaya hidup yang sebenarnya dapat diubah.
Berdasarkan temuan tersebut, para ahli menyarankan untuk menghentikan sejumlah kebiasaan malam yang berpotensi meningkatkan risiko stroke.
**5 kebiasaan malam yang sebaiknya dihindari untuk mencegah stroke**
Tanpa disadari, rutinitas yang dilakukan pada malam hari bisa berdampak besar terhadap kesehatan, termasuk memicu stroke. Berikut beberapa kebiasaan yang perlu dihindari:
**1. Makan malam terlalu larut**
Menurut laporan dari *Eating Well*, ahli diet kardiovaskular Michelle Routhenstein menjelaskan bahwa kebiasaan makan malam terlalu larut dapat mengacaukan ritme sirkadian tubuh, serta berdampak buruk pada tekanan darah dan metabolisme.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk stroke.
Penelitian dari *Nature Communications* tahun 2023 juga menunjukkan bahwa makan malam setelah pukul 21.00 dan sarapan yang terlambat berhubungan dengan peningkatan risiko stroke.
Karena itu, penting untuk menjaga waktu makan agar tetap teratur sesuai ritme alami tubuh.
**2. Kurang bergerak (mager)**
Bersantai setelah aktivitas seharian memang wajar, namun terlalu lama duduk atau berbaring di malam hari justru bisa berdampak buruk.
Terutama bagi mereka yang sudah banyak duduk sepanjang hari, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko stroke.
Penelitian tahun 2021 menunjukkan bahwa individu di bawah usia 60 tahun yang menghabiskan lebih dari 8 jam sehari untuk menonton TV memiliki risiko stroke 3,5 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang aktif bergerak.
Aktivitas diam lainnya seperti bermain komputer atau membaca dalam waktu lama juga termasuk dalam kategori ini.
Sebagai solusi, berjalan kaki selama sekitar 20 menit setelah makan malam dapat membantu menjaga kesehatan.
**3. Mengonsumsi alkohol sebelum tidur**
Dokter dari Virginia Garcia Memorial Foundation, Troy Alexander, menyebutkan bahwa kebiasaan minum alkohol setiap malam, meski hanya satu atau dua gelas, dapat meningkatkan risiko stroke.
Alkohol diketahui dapat memicu peradangan dan merusak sel tubuh.
Penelitian dalam *Journal of Sport and Health Science* tahun 2019 juga menemukan bahwa konsumsi alkohol, baik dalam jumlah sedang maupun tinggi, berkaitan dengan meningkatnya risiko stroke.
Bahkan, minum lima porsi alkohol atau lebih dalam satu hari dalam sebulan saja sudah bisa meningkatkan risiko tersebut.
Sebagai alternatif, disarankan memilih minuman yang lebih sehat seperti teh herbal.
**4. Merokok atau menggunakan vape**
Dokter jantung dari New York, Evan Levine, menyarankan untuk menghentikan kebiasaan merokok maupun penggunaan vape.
Kedua hal ini dapat meningkatkan tekanan darah yang menjadi salah satu faktor utama risiko stroke.
Ia menekankan bahwa zat stimulan dalam rokok dan vape tetap memiliki risiko tinggi, sehingga sebaiknya dihindari atau diminimalkan, terutama bagi penderita hipertensi.
**5. Sering begadang**
Kebiasaan tidur larut malam untuk menonton TV, bermain ponsel, atau menyelesaikan pekerjaan ternyata lebih banyak membawa dampak buruk bagi kesehatan.
Penelitian dari *Sleep Medicine* tahun 2021 menemukan bahwa orang yang tidur lima jam atau kurang setiap malam memiliki risiko stroke meningkat hingga 33 persen.
Risiko tersebut bahkan bisa mencapai 71 persen pada mereka yang tidur terlalu lama, yakni lebih dari delapan jam per malam.
Hal ini menunjukkan bahwa baik kurang tidur maupun kelebihan tidur sama-sama berbahaya.
Karena itu, penting untuk menjaga pola tidur yang ideal, yaitu sekitar 7–8 jam per malam dengan jadwal yang konsisten, termasuk saat akhir pekan.
Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan tersebut, risiko stroke dapat ditekan secara signifikan sekaligus menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

