Portalandalas.com - Diketahui bahwa **Epy Kusnandar** pernah mengalami penyakit kanker otak pada tahun 2011. Saat itu kondisinya cukup serius hingga dokter sempat memvonis bahwa ia hanya memiliki waktu sekitar empat bulan untuk bertahan hidup.
Kanker otak sendiri merupakan kondisi ketika sel-sel abnormal tumbuh secara tidak terkendali di dalam jaringan otak. Pertumbuhan sel yang tidak normal tersebut dapat mengganggu fungsi otak dan memicu berbagai gangguan kesehatan yang serius.
Walau dalam banyak kasus penyebab pasti kanker otak belum diketahui secara jelas, sejumlah kebiasaan dan pola hidup tertentu ternyata dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini.
Mengutip informasi dari laman Liv Hospital, terdapat beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari karena berpotensi memicu kanker otak.
**1. Kebiasaan Merokok**
Merokok tidak hanya berdampak buruk bagi paru-paru, tetapi juga dapat merusak kesehatan otak. Zat karsinogen yang terdapat dalam asap rokok dapat masuk ke dalam aliran darah dan memicu kerusakan pada sel-sel tubuh.
Paparan zat berbahaya tersebut dalam jangka panjang dapat melemahkan jaringan otak serta meningkatkan risiko terbentuknya sel kanker. Risiko ini tidak hanya dialami oleh perokok aktif, tetapi juga oleh perokok pasif yang sering terpapar asap rokok di sekitarnya.
**2. Konsumsi Alkohol Berlebihan**
Mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar dapat mengganggu kinerja otak dan merusak struktur sel saraf. Selain itu, alkohol juga dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam memperbaiki kerusakan DNA.
Ketika proses perbaikan sel terganggu, kemungkinan munculnya pertumbuhan sel abnormal, termasuk sel kanker, akan semakin meningkat. Meski konsumsi alkohol dalam jumlah kecil masih menjadi perdebatan, kebiasaan minum alkohol secara berlebihan terbukti memberikan dampak negatif terhadap kesehatan otak.
**3. Pola Makan Tinggi Gula dan Makanan Olahan**
Sering mengonsumsi makanan olahan yang tinggi gula serta mengandung banyak bahan tambahan kimia juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk kanker.
Beberapa zat seperti MSG, nitrat, pengawet, dan pewarna buatan diketahui berpotensi memicu peradangan serta kerusakan sel dalam tubuh. Jika dikonsumsi secara terus-menerus, zat-zat tersebut dapat menumpuk dan memberi tekanan pada sistem saraf, termasuk jaringan otak.
**4. Kurang Waktu Tidur**
Tidur memiliki peran penting dalam membantu tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak dan membersihkan racun dari otak. Ketika seseorang sering kekurangan tidur, proses regenerasi sel dapat terganggu.
Dalam jangka panjang, kurang tidur dapat meningkatkan peradangan, menurunkan fungsi kognitif, serta meningkatkan risiko berbagai gangguan neurologis, termasuk kemungkinan pertumbuhan sel kanker.
**5. Minim Aktivitas Fisik**
Aktivitas fisik yang cukup diketahui mampu meningkatkan produksi hormon yang berperan dalam menjaga kesehatan jaringan otak dan melindungi sel dari kerusakan.
Sebaliknya, gaya hidup yang kurang bergerak dapat menyebabkan aliran darah ke otak menjadi tidak optimal dan memicu peradangan kronis. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk gangguan pada otak.
Itulah beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko kanker otak. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mulai memperbaiki pola hidup, menjaga pola makan, beristirahat cukup, serta rutin berolahraga agar kesehatan otak tetap terjaga dan risiko penyakit dapat diminimalkan.

