Urine Berbusa dan Berwarna? Bisa Jadi Alarm Bahaya Tubuhmu!

Menu Atas

Urine Berbusa dan Berwarna? Bisa Jadi Alarm Bahaya Tubuhmu!

Portal Andalas
Kamis, 26 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB Pernefri), Dr. dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH, mengimbau kalangan muda untuk rutin menjalani pemeriksaan urine. Dalam sebuah temu media di Jakarta pada Rabu (11/3), ia menekankan bahwa langkah sederhana ini penting untuk mendeteksi secara dini adanya peradangan ginjal atau glomerulonefritis yang kerap tidak menimbulkan gejala. Menurutnya, penyakit radang ginjal sering menyerang usia muda namun kerap luput disadari karena tidak menunjukkan tanda-tanda di tahap awal. Melalui tes urine, kondisi ini dapat diketahui dari adanya sel darah merah (eritrosit) atau kandungan albumin yang seharusnya tidak terdapat dalam urine. Salah satu gejala yang sering diabaikan adalah urine berbusa, yang menandakan adanya kebocoran albumin dalam jumlah tinggi. “Jika urine sudah berbusa atau berubah warna, itu bisa menjadi indikasi kebocoran yang cukup besar, biasanya tampak kemerahan karena mengandung darah,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa darah tersebut bisa berasal dari ginjal maupun salurannya akibat proses peradangan. **Pentingnya Menjaga Pola Hidup Sehat** Pringgodigdo juga menegaskan bahwa menjaga gaya hidup sehat serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan merupakan kunci utama dalam mencegah penyakit ginjal. Ia menyarankan agar setiap orang setidaknya melakukan pemeriksaan urine sekali dalam setahun, meskipun tidak merasakan gejala apa pun. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan pola makan dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi gula dan kalori yang berpotensi memicu obesitas dan diabetes, serta menghindari makanan instan tinggi garam yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Ia juga menyoroti gaya hidup kurang aktif atau sedentary yang kini banyak dijalani masyarakat. “Sekarang ke mana-mana yang dekat pun lebih memilih naik motor, padahal bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Padahal berjalan kaki bisa membantu membakar kalori,” ungkapnya.

Baca Juga