Portalandalas.com - Puasa merupakan salah satu ibadah yang wajib dijalankan oleh umat Islam selama bulan Ramadan. Umumnya, ibadah ini dilakukan selama kurang lebih 30 hari penuh. Tidak hanya menahan lapar dan dahaga, puasa juga menjadi sarana untuk mengendalikan berbagai hawa nafsu duniawi.
Kewajiban berpuasa di bulan Ramadan telah ditegaskan dalam Al-Qur’an maupun hadits. Bagi mereka yang menjalankannya, Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda. Berikut ini beberapa dalil yang menjelaskan hal tersebut.
**Dalil Al-Qur’an tentang kewajiban puasa Ramadan**
Dalam Al-Qur’an, terdapat setidaknya empat ayat yang secara jelas membahas kewajiban puasa Ramadan, yakni dalam Surah Al-Baqarah ayat 183–185 dan 187. Berikut isi ayat beserta maknanya.
**Surah Al-Baqarah ayat 183**
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَععَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada umat sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertakwa.”
**Surah Al-Baqarah ayat 184**
اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Artinya: “(Puasa itu dilakukan) dalam beberapa hari tertentu. Siapa di antara kamu yang sakit atau sedang dalam perjalanan lalu tidak berpuasa, maka wajib menggantinya di hari lain. Bagi yang merasa berat menjalankannya, diwajibkan membayar fidyah dengan memberi makan orang miskin. Namun, siapa yang dengan sukarela melakukan kebaikan, itu lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.”
**Surah Al-Baqarah ayat 185**
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya: “Bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan tentang petunjuk itu dan pembeda antara yang benar dan salah. Karena itu, siapa yang menyaksikan bulan tersebut hendaklah ia berpuasa. Jika ada yang sakit atau dalam perjalanan, maka wajib menggantinya di hari lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, bukan kesulitan, agar kamu menyempurnakan bilangannya dan mengagungkan-Nya atas petunjuk yang diberikan, serta agar kamu bersyukur.”
**Surah Al-Baqarah ayat 187**
اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْ ۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ فَالْاٰنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عٰكِفُوْنَ فِى الْمَسٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
Artinya: “Diperbolehkan bagi kamu pada malam hari puasa untuk berhubungan dengan istri. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu pun pakaian bagi mereka. Allah mengetahui kelemahanmu, lalu menerima tobat dan memaafkanmu. Maka sekarang, lakukanlah itu dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas perbedaan antara benang putih dan hitam, yaitu waktu fajar, lalu sempurnakan puasa sampai malam. Jangan mencampuri istri ketika kamu sedang beriktikaf di masjid. Itulah batasan-batasan Allah, maka jangan dilanggar. Demikian Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya agar manusia bertakwa.”
**Dalil hadits tentang kewajiban puasa Ramadan**
Selain Al-Qur’an, kewajiban puasa Ramadan juga dijelaskan dalam berbagai hadits Nabi Muhammad SAW. Bahkan, disebutkan pula keutamaan besar bagi orang yang melaksanakannya.
Rasulullah SAW bersabda:
قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيْمِ، وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِينُ، فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan.” (HR Ahmad)
Rasulullah SAW juga bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barang siapa berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)
Hadits lainnya menyebutkan:
اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ
Artinya: “Salat lima waktu, salat Jumat ke Jumat berikutnya, dan Ramadan ke Ramadan berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya, selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR Muslim)
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa puasa Ramadan adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan oleh setiap muslim yang mampu. Selain sebagai bentuk ketaatan, ibadah ini juga menjadi kesempatan untuk meraih pahala besar serta pengampunan dosa.

