Tanpa Tanda Apa Pun, Henti Jantung Bisa Datang Kapan Saja!

Menu Atas

Tanpa Tanda Apa Pun, Henti Jantung Bisa Datang Kapan Saja!

Portal Andalas
Minggu, 22 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Henti jantung atau serangan jantung tidak selalu dialami oleh orang yang memiliki riwayat penyakit jantung. Bahkan, menurut para ahli, banyak kasus justru terjadi pada individu yang terlihat sehat dan aktif. Kondisi ini kerap membuat masyarakat lengah, karena bisa muncul secara tiba-tiba tanpa tanda atau gejala sebelumnya. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Hasjim Hasbullah, mengungkapkan bahwa tidak sedikit kasus henti jantung dialami oleh orang yang secara kasat mata tampak sehat, sehingga sulit diprediksi bahkan oleh tenaga medis sekalipun. Hal ini menunjukkan bahwa henti jantung bisa menyerang siapa saja, termasuk mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Lalu, apa sebenarnya penyebabnya? **Mengapa orang sehat bisa mengalami henti jantung?** Henti jantung terjadi ketika jantung tiba-tiba berhenti bekerja, sehingga aliran darah ke seluruh tubuh terhenti. Kondisi ini berbeda dengan serangan jantung yang umumnya disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah. Menurut dr. Hasjim, ada berbagai faktor tersembunyi yang dapat memicu kondisi ini meski seseorang terlihat sehat. Ia menjelaskan bahwa penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi dapat memperburuk kondisi jantung jika tidak dikontrol dengan baik. Selain itu, gaya hidup juga memegang peranan penting dalam menurunkan fungsi jantung. Pola makan yang tidak sehat dan kebiasaan hidup yang kurang baik dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk stroke dan gangguan jantung. Terkait faktor keturunan, dr. Hasjim menegaskan bahwa hal tersebut bukan satu-satunya penentu. Seseorang tetap bisa menjaga kesehatannya dengan mengontrol kadar gula, kolesterol, dan tekanan darah agar tetap normal. **Waktu kritis yang menentukan keselamatan** Dalam kasus henti jantung, waktu menjadi faktor yang sangat krusial. Otak manusia hanya mampu bertahan beberapa menit tanpa suplai oksigen. Secara medis, dalam waktu sekitar 4–6 menit tanpa oksigen, otak mulai mengalami kerusakan. Jika lebih dari itu, risiko kerusakan otak berat hingga permanen semakin besar. Oleh karena itu, pertolongan pertama harus segera dilakukan ketika seseorang tidak bernapas dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Kondisi ini menegaskan pentingnya pengetahuan tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD), yang seharusnya tidak hanya dimiliki tenaga medis, tetapi juga masyarakat umum. **Pentingnya deteksi dini dan pencegahan** Menjaga kesehatan jantung bukan hanya penting bagi penderita penyakit tertentu, tetapi juga bagi orang yang merasa sehat. Pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi potensi gangguan sejak dini. Jika mulai merasakan gejala seperti mudah lelah atau ketidaknyamanan di dada, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Selain itu, menjaga pola hidup sehat juga menjadi kunci utama, seperti cukup istirahat, mengelola stres, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta rutin berolahraga. Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko henti jantung dapat diminimalkan meskipun tanpa riwayat penyakit sebelumnya.

Baca Juga