Portalandalas.com - Berbagai jenis takjil seperti gorengan, kolak, biji salak, serta aneka jajanan tradisional lainnya memang menjadi hidangan favorit saat bulan Ramadan. Kebiasaan memulai berbuka puasa dengan makanan manis atau camilan ringan sudah sangat umum dilakukan oleh masyarakat.
Namun, di balik rasanya yang lezat, konsumsi takjil secara berlebihan ternyata perlu diwaspadai. Ahli gizi Rita Ramayulis mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan takjil sebagai sumber utama asupan saat berbuka puasa karena dapat memicu kekurangan nutrisi penting bagi tubuh.
“Umumnya takjil berbahan dasar karbohidrat, ditambah gula atau digoreng menggunakan minyak. Akibatnya kandungan karbohidrat dan lemaknya tinggi, tetapi rendah protein serta mikronutrien,” ujar Rita, seperti dikutip dari Antara, Selasa (24/2).
Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association itu menjelaskan bahwa banyak takjil yang dikonsumsi masyarakat dibuat dari tepung, gula, dan minyak. Kombinasi bahan tersebut membuat takjil memiliki kandungan energi yang tinggi, tetapi rendah protein, serat, serta vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Kondisi ini dapat memengaruhi kecukupan gizi, terutama jika seseorang sudah merasa kenyang karena mengonsumsi takjil, lalu tidak melanjutkan dengan makan utama.
“Jika seseorang sudah merasa kenyang hanya dengan takjil, maka berisiko kekurangan protein yang merupakan zat gizi utama bagi tubuh. Selain itu, tubuh juga bisa kekurangan serat dan beberapa mikronutrien,” jelas Rita yang juga merupakan dosen kesehatan masyarakat di Universitas Faletehan.
Padahal, protein memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, mulai dari mempertahankan massa otot, memperbaiki jaringan, hingga membantu menjaga sistem kekebalan tubuh selama menjalani puasa.
Menurut Rita, tujuan utama saat berbuka puasa sebenarnya adalah mengembalikan kadar gula darah secara bertahap setelah menurun selama seharian berpuasa. Hal ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi kurma atau buah serta minum air putih.
“Takjil sebenarnya bukan kebutuhan, melainkan keinginan. Jika ingin mengonsumsinya, sebaiknya cukup satu atau dua potong saja,” ujarnya.
Ia juga menyarankan agar setelah mengonsumsi takjil, masyarakat tetap melanjutkan dengan makan utama yang terdiri dari karbohidrat, protein, sayuran, dan buah dalam porsi seimbang. Dengan pola makan yang tepat, ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih sehat tanpa mengabaikan kebutuhan gizi tubuh.

