Tak Perlu Khawatir Jika Tak ke Masjid, Begini Cara Tarawih Sendiri yang Benar

Menu Atas

Tak Perlu Khawatir Jika Tak ke Masjid, Begini Cara Tarawih Sendiri yang Benar

Portal Andalas
Senin, 16 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Pernahkah kamu pulang kerja hingga larut malam atau merasa tubuh begitu lelah sehingga sulit menembus keramaian di masjid untuk melaksanakan salat Tarawih? Tidak perlu khawatir. Kamu tetap bisa memperoleh pahala Qiyamul Lail dengan melaksanakan salat Tarawih secara sendiri (munfarid) di rumah maupun di kamar kos. Salat Tarawih merupakan ibadah sunnah muakkad. Walaupun mengerjakannya secara berjamaah lebih dianjurkan, melaksanakannya sendirian tetap sah dan memiliki pahala yang besar. Agar ibadah tetap terjaga di tengah kesibukan selama bulan Ramadhan, berikut panduan sederhana melaksanakan salat Tarawih sendiri. 1. Niat Salat Tarawih Sendiri (Munfarid) Ketika salat sendirian, tidak perlu menambahkan kata makmuman atau imaman dalam niat. Cukup meniatkan ibadah tersebut untuk diri sendiri. Ushalli sunnatat Tarawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala. Artinya: “Aku berniat melaksanakan salat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.” 2. Jumlah Rakaat Salat Tarawih Seperti halnya salat Tarawih berjamaah, jumlah rakaat yang dikerjakan secara sendiri juga memiliki dua pilihan yang umum dilakukan. 8 rakaat, dilaksanakan dengan empat kali salam (2 rakaat setiap salam). 20 rakaat, dilakukan dengan sepuluh kali salam. Setelah menyelesaikan rakaat Tarawih, dianjurkan untuk menutupnya dengan salat Witir, biasanya tiga rakaat, sebagai penutup ibadah malam. 3. Tata Cara Salat Tarawih Sendiri Pada dasarnya, tata cara salat Tarawih tidak berbeda dengan salat sunnah lainnya, seperti salat Dhuha atau salat qabliyah. Perbedaannya hanya terletak pada niat serta waktu pelaksanaannya, yaitu setelah salat Isya. Langkah-langkahnya sebagai berikut: Mengucapkan niat dan melakukan takbiratul ihram. Membaca Surah Al-Fatihah dilanjutkan dengan surah pendek. Karena dilakukan sendiri, kamu bebas memilih surah yang paling dihafal dan dapat membacanya dengan tenang tanpa terburu-buru. Melakukan rukuk, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud dengan penuh ketenangan (tuma’ninah). Mengakhiri salat dengan salam. Mengulangi rangkaian tersebut hingga jumlah rakaat yang diinginkan terpenuhi. Di sela-sela setiap dua rakaat, kamu juga dapat membaca selawat atau zikir singkat agar hati tetap tenang dan khusyuk. Pada hakikatnya, bulan Ramadhan bukanlah tentang seberapa terlihat seseorang dalam beribadah, melainkan seberapa konsisten ia menjaga hubungan dengan Allah. Walaupun hanya dilakukan di sudut kamar kos dengan sajadah sederhana, salat Tarawih tetap menjadi saksi kesungguhanmu dalam menjalani ibadah di bulan suci. Jadi, jangan sampai rasa lelah membuatmu kehilangan keberkahan Ramadhan. Tetaplah beristirahat dengan cukup sambil terus menjaga ibadah selama bulan penuh rahmat ini.

Baca Juga