Portalandalas.com - Penyebab batu ginjal ternyata tidak hanya dipicu oleh kebiasaan kurang minum air. Infeksi saluran kemih (ISK) yang terjadi berulang serta faktor keturunan juga memiliki peran besar dalam terbentuknya batu ginjal.
Dokter Spesialis Urologi, dr. Dimas Tri Prasetyo, Sp.U., MRes., menjelaskan bahwa kondisi ini umumnya muncul akibat kombinasi berbagai faktor yang saling berkaitan, termasuk infeksi saluran kemih.
Menurutnya, ISK dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami batu ginjal. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara grand opening Elysium Clinic di Jakarta Selatan.
Empat Penyebab Batu Ginjal yang Perlu Diwaspadai
1. Infeksi Saluran Kemih yang Berulang
ISK yang sering kambuh dapat menjadi pemicu utama terbentuknya batu ginjal. Bahkan, dr. Dimas menyebutkan bahwa pasien yang sudah mengalami batu ginjal hampir pasti juga memiliki riwayat ISK.
Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti nyeri di bagian pinggang, sensasi anyang-anyangan, rasa sakit saat buang air kecil, hingga demam. Jika tidak ditangani dengan baik, ISK dan batu ginjal bisa saling memperparah satu sama lain.
2. Faktor Keturunan (Genetik)
Selain infeksi, faktor genetik menjadi penyebab utama lainnya. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan batu ginjal cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa.
Faktor keturunan ini membuat tubuh lebih mudah membentuk endapan mineral dalam urine. Akibatnya, proses terbentuknya batu ginjal bisa berlangsung lebih cepat, bahkan sejak usia muda.
3. Kurang Minum dan Dehidrasi
Kebiasaan kurang mengonsumsi air putih merupakan faktor risiko yang paling sering ditemukan. Saat tubuh kekurangan cairan, urine menjadi lebih pekat sehingga mineral lebih mudah mengendap dan membentuk batu.
Selain itu, jumlah urine yang sedikit juga membuat proses pembersihan alami ginjal tidak berjalan optimal. Hal ini menyebabkan zat-zat pembentuk batu lebih mudah menumpuk.
4. Paparan Panas Berlebihan
Lingkungan dan aktivitas sehari-hari juga turut memengaruhi risiko batu ginjal. Paparan panas yang tinggi, terutama pada mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan, dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat.
Jika cairan yang hilang tidak segera digantikan, tubuh akan mengalami dehidrasi. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya batu ginjal.
Pentingnya Pencegahan Sejak Dini
Oleh karena itu, menjaga pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk menekan risiko batu ginjal. Memastikan asupan cairan yang cukup, terutama saat beraktivitas berat atau berada di lingkungan panas, sangat dianjurkan.
Selain itu, keluhan saat buang air kecil yang terjadi berulang sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah kondisi menjadi lebih parah.
Dengan kebiasaan sederhana dan perhatian terhadap kesehatan tubuh, risiko batu ginjal dapat diminimalkan sebelum menimbulkan gangguan yang lebih serius.

