Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Marupa Sagala, mengimbau masyarakat agar dapat mengatur jadwal perjalanan arus balik sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan pada waktu tertentu.
Ia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan WFA agar perjalanan bisa dilakukan secara bertahap dan tidak terkonsentrasi dalam satu waktu. Selain itu, masyarakat disarankan memanfaatkan potongan tarif tol yang berlaku pada 26–27 Maret 2026 guna membuat perjalanan lebih lancar dan efisien.
Sementara itu, pergerakan kendaraan menunjukkan arus mudik masih berlangsung. Hingga 22 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, tercatat sebanyak 2.007.253 kendaraan telah keluar dari Jakarta atau sekitar 56,9 persen dari total proyeksi.
Marupa menambahkan, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 hingga hari ke-10 berjalan aman dan kondusif. Berdasarkan laporan periode 21 Maret 2026 pukul 18.00 WIB hingga 22 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, tidak ditemukan kejadian menonjol yang mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Meski demikian, pihak kepolisian mencatat masih terdapat dinamika di lapangan, khususnya di sektor lalu lintas. Terdapat 292 kasus kecelakaan dengan rincian 8 korban meninggal dunia, 60 mengalami luka berat, 489 luka ringan, serta kerugian materiil yang ditaksir melebihi Rp206 juta.
