Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, pada Jumat menjelaskan bahwa upaya tersebut terbukti efektif dalam mengurai kemacetan di jalur tersebut selama periode puncak mudik.
Peningkatan jumlah kendaraan yang sempat menyebabkan antrean panjang berhasil diantisipasi melalui penanganan situasional di lapangan.
Data Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung hingga pukul 14.00 WIB mencatat sebanyak 98.010 kendaraan melintas menuju arah Garut dan Tasikmalaya.
Tingginya mobilitas kendaraan ini menjadikan jalur Nagreg sebagai salah satu titik rawan kepadatan arus mudik di Jawa Barat.
Ia menambahkan, pihaknya bersama Polda Jawa Barat dan Dinas Perhubungan menerapkan sistem one way parsial secara fleksibel, menyesuaikan kondisi arus di lapangan.
Selain itu, keberhasilan pengaturan lalu lintas juga didukung koordinasi lintas wilayah. Polresta Bandung bekerja sama dengan Polres Garut dalam menentukan waktu penerapan rekayasa, terutama saat antrean kendaraan telah mencapai titik tertentu.
“Ketika antrean kendaraan sudah mencapai Pamuncatan, kami segera berkoordinasi dengan Polres Garut untuk memberlakukan one way parsial,” ujarnya.
Meski begitu, beberapa titik seperti Pamuncatan masih berpotensi mengalami kemacetan, khususnya saat perlintasan kereta api ditutup sementara. Namun, petugas telah disiagakan guna mempercepat pemulihan arus setelah kereta melintas.
