Portalandalas.com - Nasi dan roti sama-sama dikenal sebagai pilihan sarapan yang populer di Indonesia. Keduanya kerap menjadi menu andalan untuk memulai hari. Namun, bagi orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan, muncul pertanyaan: di antara nasi dan roti, mana yang lebih baik untuk diet? Para ahli gizi pun memberikan penjelasannya.
Banyak orang memilih makanan yang mengenyangkan saat sarapan agar memiliki energi dan konsentrasi selama beraktivitas sepanjang hari. Nasi dan roti sering dipilih karena praktis disiapkan dan rasanya juga disukai banyak orang. Meski begitu, bagi yang sedang menjalani diet, rasa kenyang saja tidak cukup. Kandungan nutrisi dalam makanan juga perlu diperhatikan agar program penurunan berat badan berjalan optimal.
Mengutip dari Only My Health (1/7/2025), ahli gizi Aishwarya Jaiswal dari Apollo Hospitals Lucknow, India, menjelaskan bahwa nasi maupun roti sebenarnya tetap dapat dikonsumsi dalam pola makan sehat.
Ia menyebutkan bahwa keduanya bisa membantu proses penurunan berat badan selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan menjadi bagian dari pola makan yang seimbang.
Menurut Jaiswal, dari segi kandungan kalori, perbedaan antara nasi dan roti tidak terlalu jauh.
Sebagai gambaran, 100 gram roti mengandung sekitar 266 kalori, 50,6 gram karbohidrat, 6 gram protein, serta 3,29 gram lemak.
Sementara itu, 100 gram nasi putih matang mengandung sekitar 130 kalori, 28 gram karbohidrat, 2,7 gram protein, dan sekitar 0,3 gram lemak.
Meski keduanya masih bisa menjadi bagian dari menu diet, Jaiswal menekankan bahwa porsi makan tetap harus diperhatikan dengan baik. Baik nasi maupun roti memiliki indeks glikemik yang berada pada kategori sedang hingga rendah, tergantung pada jenisnya.
Ia juga menjelaskan bahwa beras cokelat yang dikombinasikan dengan sumber protein yang cukup dapat memberikan rasa kenyang lebih lama sekaligus menyediakan energi yang lebih stabil bagi tubuh. Namun demikian, jumlah yang dikonsumsi tetap perlu dikontrol.
Selain itu, Jaiswal menegaskan bahwa prinsip utama dalam diet adalah defisit kalori, yaitu kondisi ketika jumlah kalori yang dikonsumsi lebih sedikit dibandingkan kalori yang dibakar tubuh.
Dengan demikian, baik nasi maupun roti sebenarnya tetap dapat menjadi pilihan sarapan yang sehat. Kuncinya adalah mengatur porsinya dengan baik serta memadukannya dengan sumber protein dan serat agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi secara seimbang.

