Modal Hobi Bikin Kue, Usaha Chic’s Cookies Kini Raup Ratusan Toples Tiap Hari Raya

Menu Atas

Modal Hobi Bikin Kue, Usaha Chic’s Cookies Kini Raup Ratusan Toples Tiap Hari Raya

Portal Andalas
Senin, 16 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Momentum hari raya masih menjadi kesempatan emas bagi pelaku usaha di sektor kuliner, terutama penjual kue kering. Hal ini juga dirasakan oleh Rosalia Andriani, pemilik usaha Chic’s Cookies, yang telah menjalankan bisnis tersebut sejak tahun 2002. Usaha kue kering atau cookies yang ia jalankan sebenarnya berawal dari kegiatan sederhana untuk mengisi waktu luang di rumah. Bermula dari dapur rumahnya sendiri, bisnis tersebut perlahan berkembang melalui promosi dari mulut ke mulut. Kini, Chic’s Cookies mampu menjual ratusan toples kue kering setiap musim Lebaran. “Awalnya saya hanya iseng membuat cookies untuk mengisi waktu. Kemudian suami membawa kue tersebut ke kantor sebagai camilan untuk rekan-rekannya. Ternyata tanggapannya sangat positif dan banyak yang mengatakan rasanya enak,” ujarnya kepada KONTAN, Kamis (12/2). Saat itu, suaminya bekerja di PT Bridgestone Tire Indonesia. Dari rekan kerja di kantor tersebut, pesanan mulai berdatangan, terutama ketika mendekati hari raya. Bahkan produknya sempat dipasarkan melalui koperasi karyawan sehingga semakin dikenal oleh banyak orang. Melihat peluang tersebut, Rosalia pun memutuskan untuk lebih fokus mengembangkan usaha kue kering. Menurutnya, bisnis ini memiliki risiko yang lebih kecil dibandingkan dengan usaha roti atau kue basah. Seiring waktu, berbagai jenis kue kering pun mulai diproduksi dan menjadi pilihan utama menjelang hari raya seperti Idul Fitri. Beberapa varian yang menjadi andalan penjualan Chic’s Cookies antara lain nastar, kastengel, putri salju, hingga sagu keju. Jenis-jenis kue tersebut setiap tahun menjadi tulang punggung penjualan usahanya. Meski begitu, perjalanan usaha tentu tidak selalu berjalan mulus. Rosalia mengakui bahwa dalam dua tahun terakhir penjualan sempat mengalami penurunan. Kondisi ini dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat. “Banyak perusahaan melakukan PHK terhadap karyawannya, sehingga masyarakat cenderung lebih berhemat,” ungkapnya. Pada tahun-tahun sebelumnya, penjualan kue kering Chic’s Cookies saat musim hari raya bisa menembus lebih dari 1.000 toples. Namun pada tahun lalu, penjualannya hanya mencapai sekitar 800 toples. Rosalia menjelaskan bahwa produksi Chic’s Cookies memang difokuskan pada momen-momen besar seperti Idul Fitri dan Natal. Sementara pada hari biasa, ia hanya memproduksi kue kering sesuai dengan pesanan yang masuk. Untuk mengatasi turunnya permintaan, Rosalia kemudian mencoba memperluas strategi pemasaran dengan menggandeng reseller. Selain itu, ia juga tetap mengandalkan promosi secara daring melalui media sosial. Menurutnya, keberadaan para reseller cukup membantu menjaga stabilitas penjualan Chic’s Cookies yang sempat menurun, terlebih dengan semakin banyaknya pesaing di bisnis serupa. Sejak tahun 2020, Rosalia juga mulai melakukan diversifikasi produk dengan menghadirkan paket hampers cookies yang dijual mulai dari Rp300.000 per paket menjelang hari raya. Strategi memperluas jenis kemasan dan pasar tersebut akhirnya memberikan hasil positif. Saat musim hari raya, ia mampu menjual hingga sekitar 60 paket hampers. Tambahan penjualan ini pun membantu menutupi biaya bahan baku yang terus mengalami kenaikan.

Baca Juga