Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Prioritaskan Keselamatan WNI

Menu Atas

Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Prioritaskan Keselamatan WNI

Portal Andalas
Minggu, 08 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Indonesia menegaskan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif serta menjaga sikap netral dalam merespons meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama terkait konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran. Sikap tersebut diambil tidak hanya sebagai pelaksanaan amanat konstitusi, tetapi juga sebagai upaya agar Indonesia dapat berperan aktif dan konstruktif dalam menjaga perdamaian serta ketertiban dunia. Hal tersebut disampaikan oleh Santo Darmosumarto dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (6/3/2026). Ia menjelaskan bahwa melalui penerapan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia berharap dapat memainkan peran sebagai *honest broker* atau penengah yang objektif, bukan sebagai pihak yang berpihak kepada salah satu negara dalam konflik tersebut. “Sebagai implementasi dari politik luar negeri bebas aktif sekaligus amanat konstitusi untuk ikut menjaga ketertiban dunia, Indonesia berharap dapat berperan sebagai penengah yang jujur, bukan sebagai aktor yang memihak salah satu pihak,” ujarnya. Lebih lanjut, Santo memaparkan tiga langkah konkret yang telah dilakukan pemerintah Indonesia sebagai wujud penerapan prinsip politik luar negeri tersebut. Langkah pertama adalah mengeluarkan pernyataan resmi yang menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat konflik agar segera menghentikan kekerasan dan mengambil langkah deeskalasi. Ia menyebutkan bahwa seruan tersebut telah disampaikan sejak konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran mulai memanas pada Sabtu, 28 Februari lalu. Langkah kedua adalah meningkatkan komunikasi diplomatik dengan berbagai negara di kawasan Timur Tengah. Melalui komunikasi tersebut, Indonesia berupaya mendorong penyelesaian konflik melalui jalur dialog dan diplomasi, sekaligus menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berperan sebagai mediator jika diperlukan. Santo menjelaskan bahwa dalam satu minggu terakhir, Sugiono telah melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan sejumlah pejabat tinggi negara di kawasan, termasuk Menteri Luar Negeri Iran, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Selain itu, Prabowo Subianto juga telah menjalin komunikasi dengan pemimpin Uni Emirat Arab, Emir Qatar, serta Raja Yordania. Menurut Santo, berbagai komunikasi tersebut dilakukan untuk mendorong tercapainya penyelesaian damai yang berlandaskan hukum internasional. Langkah ketiga adalah memprioritaskan perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan Timur Tengah agar tidak terdampak langsung oleh konflik yang sedang berlangsung. Dalam hal ini, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus berkoordinasi dengan perwakilan diplomatik Indonesia di negara-negara terkait guna menyiapkan langkah-langkah perlindungan bagi WNI. Langkah tersebut termasuk memantau situasi keamanan serta mempertimbangkan kemungkinan evakuasi jika kondisi di lapangan dinilai membahayakan keselamatan warga Indonesia. “Kami memastikan bahwa perlindungan terhadap WNI di kawasan Timur Tengah tetap menjadi prioritas utama, termasuk mengkaji kemungkinan evakuasi bagi warga kita apabila situasi mengharuskannya,” tutup Santo.

Baca Juga