Portalandalas.com - Berikut penjelasan mengenai tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan, lengkap dengan amalan yang dianjurkan, bacaan doa, serta berbagai keutamaannya.
Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam yang sangat mulia dalam Islam. Bahkan kemuliaannya disebut lebih baik dibandingkan dengan seribu bulan.
Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an melalui surat Al-Qadr ayat 3–5 yang memiliki arti:
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.”
Pada malam yang penuh keistimewaan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berbagai bentuk ibadah. Hal tersebut dilakukan agar tidak melewatkan keutamaan yang sangat besar dari malam Lailatul Qadar.
Walaupun tanggal pasti terjadinya malam tersebut tidak diketahui secara pasti, terdapat beberapa tanda yang diyakini sebagai ciri datangnya Lailatul Qadar.
Salah satu petunjuk yang paling dikenal adalah malam tersebut biasanya terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, yakni malam ke-21, ke-23, ke-25, ke-27, atau ke-29.
Beberapa hadis juga menjelaskan tanda-tanda yang berkaitan dengan malam Lailatul Qadar. Salah satunya diriwayatkan oleh Ubay bin Ka’ab yang menyebutkan:
“Malam itu adalah malam yang terang, yaitu malam kedua puluh tujuh Ramadhan. Tanda-tandanya adalah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar yang menyilaukan.” (HR. Muslim No. 762)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa salah satu tanda Lailatul Qadar dapat terlihat pada pagi harinya. Matahari terbit dengan warna putih dan cahayanya tidak terlalu menyilaukan.
Namun demikian, umat Islam tidak dianjurkan hanya fokus mencari tanda-tandanya saja, melainkan lebih mengutamakan memperbanyak ibadah pada malam tersebut.
Hal ini juga disampaikan oleh Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Abdul Muiz Ali. Ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah menghidupkan malam tersebut dengan ibadah.
“Yang seharusnya dilakukan adalah menghidupkan malam itu dengan ibadah, bukan hanya mencari tanda-tandanya,” ujarnya.
Hadis lain yang sering dijadikan rujukan diriwayatkan oleh Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi yang menjelaskan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang penuh ketenangan dan kebaikan.
Dalam hadis tersebut disebutkan:
“Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan. Tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin. Pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya yang tidak begitu terang dan tampak kemerah-merahan.”
Penjelasan ini menggambarkan suasana malam Lailatul Qadar yang terasa damai dan sejuk. Kondisinya tidak ekstrem, baik dari segi suhu maupun suasana, serta diikuti dengan tanda khas pada saat matahari terbit di pagi hari.
Amalan yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar
Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan agar tidak melewatkan kesempatan meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.
Berikut beberapa amalan yang dianjurkan.
1. Menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan.
Beliau menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah.
Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, serta melakukan berbagai ibadah lainnya.
2. Melaksanakan salat Isya dan Subuh secara berjamaah
Imam Asy-Syafi’i dalam kitab Al-Umm menukil pendapat ulama Madinah yang menyebutkan bahwa salah satu cara menghidupkan malam Lailatul Qadar adalah dengan menunaikan salat berjamaah.
Diriwayatkan bahwa siapa yang melaksanakan salat Isya berjamaah maka ia memperoleh pahala seperti salat setengah malam. Sementara jika melaksanakan salat Isya dan Subuh berjamaah, pahalanya seperti beribadah sepanjang malam.
3. Melaksanakan salat malam
Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa siapa saja yang melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni.
Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan beriman adalah meyakini janji pahala dari Allah, sedangkan mengharap pahala berarti melakukannya dengan niat yang tulus.
4. Memperbanyak doa dan istighfar
Selain salat dan membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa juga sangat dianjurkan pada malam Lailatul Qadar.
Dalam sebuah riwayat, Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai doa yang sebaiknya dibaca jika ia mengetahui malam tersebut adalah Lailatul Qadar.
Rasulullah SAW kemudian mengajarkan doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai memaafkan, maka maafkanlah aku.”
Para ulama menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan waktu yang sangat baik untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar memiliki banyak keutamaan besar yang tidak dimiliki malam lainnya.
Berikut beberapa keistimewaan malam tersebut.
1. Dosa-dosa diampuni
Orang yang beribadah dengan penuh keimanan pada malam Lailatul Qadar akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.
2. Malam penuh keberkahan
Al-Qur’an menyebutkan bahwa malam ini adalah malam yang diberkahi dan dipenuhi rahmat Allah.
3. Lebih baik dari seribu bulan
Ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar nilainya lebih baik dibandingkan ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun.
4. Malam penuh keselamatan hingga fajar
Pada malam tersebut dipenuhi kedamaian, kebaikan, serta keselamatan hingga terbitnya fajar.
5. Turunnya para malaikat
Para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi untuk menyertai orang-orang yang sedang beribadah.
6. Malam penetapan takdir tahunan
Para ulama menjelaskan bahwa pada malam tersebut ditetapkan berbagai urusan kehidupan selama satu tahun ke depan, termasuk rezeki dan ajal.
7. Malam diturunkannya Al-Qur’an
Lailatul Qadar juga dikenal sebagai malam pertama turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga menjadikannya salah satu malam paling mulia dalam ajaran Islam.

