Jangan Remehkan Kurma! Buah Kecil Ini Punya Segudang Manfaat

Menu Atas

Jangan Remehkan Kurma! Buah Kecil Ini Punya Segudang Manfaat

Portal Andalas
Senin, 02 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Siapa yang gemar menyantap kurma? Buah khas Timur Tengah ini sangat populer, terutama ketika bulan Ramadan tiba. Kurma dikenal sebagai buah bercita rasa manis dengan kandungan nutrisi yang melimpah. Jika dikonsumsi secukupnya, kurma bisa menjadi camilan sehat. Walaupun mengandung gula alami yang cukup tinggi, kurma tetap lebih baik dibandingkan gula rafinasi atau permen dengan kalori kosong. Selain rasanya yang lezat, kurma juga mengandung berbagai zat gizi penting seperti vitamin, mineral, kalori, protein, dan lainnya yang bermanfaat bagi tubuh. Berikut ini sejumlah kandungan kurma yang baik untuk kesehatan. ### 1. Tinggi Kandungan Polifenol Kurma merupakan sumber antioksidan alami yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, yaitu molekul tidak stabil yang dapat memicu berbagai penyakit. Antioksidan berperan dalam melawan peradangan serta menurunkan risiko gangguan kesehatan tertentu. Di antara berbagai buah kering, kurma termasuk yang memiliki kadar polifenol tertinggi. Polifenol sendiri diketahui berpotensi membantu menurunkan risiko kanker tertentu, diabetes, penyakit jantung, hingga gangguan neurodegeneratif. ### 2. Kaya Antioksidan Kurma memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan beberapa buah kering lain seperti ara dan plum kering. Beberapa jenis antioksidan dalam kurma antara lain: * **Flavonoid**, yang membantu meredakan peradangan serta berpotensi menurunkan risiko diabetes, Alzheimer, dan beberapa jenis kanker. * **Karotenoid**, yang mendukung kesehatan jantung dan membantu melindungi mata dari gangguan seperti degenerasi makula. * **Asam fenolik**, yang memiliki sifat antiperadangan dan berpotensi mengurangi risiko penyakit jantung serta kanker. Kandungan ini membantu menjaga kesehatan sel dan meningkatkan daya tahan tubuh secara keseluruhan. ### 3. Tinggi Serat Kurma mengandung sekitar 8 gram serat per 100 gram, yang dapat memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan serat harian. Sebagian besar serat tersebut merupakan serat tidak larut. Asupan serat yang cukup dapat membantu mencegah sembelit dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama, terutama saat berpuasa. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tujuh butir kurma setiap hari selama tiga minggu dapat meningkatkan frekuensi dan kelancaran buang air besar. Selain itu, serat dalam kurma membantu mengontrol kadar gula darah dengan memperlambat proses pencernaan, sehingga mencegah lonjakan gula darah yang berlebihan. ### 4. Mengandung Mineral untuk Kesehatan Tulang Kurma mengandung berbagai mineral penting seperti kalium, zat besi, tembaga, magnesium, mangan, fosfor, dan zink. Mineral-mineral ini berperan dalam menjaga kekuatan tulang, gigi, otot, kulit, rambut, serta kuku. Kekurangan mineral tertentu dapat meningkatkan risiko gangguan tulang seperti osteoporosis. Magnesium, misalnya, berkontribusi terhadap kepadatan mineral tulang yang penting untuk mencegah risiko patah tulang, khususnya pada usia lanjut. ### 5. Sumber Energi Alami Daging buah kurma rendah lemak dan protein, tetapi kaya akan gula alami seperti fruktosa dan glukosa. Dalam 100 gram kurma, terkandung sekitar 314 kkal energi. Karena kandungan kalorinya yang cukup tinggi, kurma sering dikonsumsi saat sahur untuk membantu menjaga stamina sepanjang hari. Selain itu, kandungan kalium, magnesium, dan vitamin B dalam kurma juga mendukung produksi energi dan fungsi otot. Inilah sebabnya kurma cocok dikonsumsi atlet, orang yang berpuasa, atau siapa pun yang membutuhkan tambahan energi. ### 6. Berpotensi Mendukung Kesehatan Usus Kurma mengandung senyawa prebiotik yang bermanfaat bagi kesehatan saluran cerna. Prebiotik berfungsi sebagai “makanan” bagi bakteri baik di usus. Kandungan seperti serat larut, polifenol, dan oligosakarida membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Hal ini dapat meningkatkan penyerapan mineral seperti kalsium dan magnesium, sekaligus membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. ### 7. Memiliki Efek Antiperadangan Senyawa fenolik dan flavonoid dalam kurma tidak hanya berperan sebagai antioksidan, tetapi juga memiliki efek antiperadangan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa tersebut berpotensi membantu mengurangi peradangan yang berkaitan dengan kondisi seperti diabetes, kanker, dan penyakit kronis lainnya. ### 8. Berpotensi Bersifat Antitumor Sejumlah studi menemukan bahwa kandungan nutrisi dalam kurma memiliki aktivitas antitumor. Diduga, efek ini berasal dari senyawa fenol dan flavonoid yang berperan dalam mengatur jalur genetik terkait perkembangan sel kanker. Selain itu, antioksidan seperti beta D-glukan yang ditemukan dalam kurma juga dilaporkan memiliki efek perlindungan terhadap pertumbuhan tumor dalam penelitian pada hewan. ### 9. Indeks Glikemik Rendah Walaupun rasanya manis dan mengandung gula alami tinggi, kurma tergolong memiliki indeks glikemik yang relatif rendah. Indeks glikemik mengukur seberapa cepat makanan memengaruhi kadar gula darah. Hal ini menjadikan kurma tetap aman dikonsumsi dalam jumlah wajar oleh orang yang ingin mengontrol gula darah. Kurma juga tinggi kalium dan rendah natrium, sehingga bermanfaat bagi penderita hipertensi maupun diabetes tipe 2. --- ### Nilai Gizi Kurma per 100 Gram (BDD) * Energi: 282 kkal * Lemak total: 0,39 gram * Karbohidrat: 75,03 gram * Protein: 2,45 gram * Serat: 7,99 gram * Kalium: 656 mg * Kalsium: 39 mg * Fosfor: 62 mg * Zat besi: 1,05 mg * Vitamin A, B kompleks, dan C dalam jumlah bervariasi * Air: 20,53 gram *Persentase kebutuhan gizi dapat berbeda tergantung kebutuhan energi masing-masing individu.* Melihat banyaknya kandungan nutrisi tersebut, tidak heran jika kurma menjadi buah yang menyehatkan. Mengonsumsinya secara rutin bukanlah pilihan yang keliru, asalkan tetap dalam porsi yang wajar dan seimbang.

Baca Juga