Harga Emas Ambruk! Turun Lebih dari 10% dalam Sepekan, Ada Apa?

Menu Atas

Harga Emas Ambruk! Turun Lebih dari 10% dalam Sepekan, Ada Apa?

Portal Andalas
Senin, 23 Maret 2026
Bagikan:

Harga emas dunia merosot lebih dari 2% pada Senin (23/3/2026), dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menimbulkan kekhawatiran terhadap inflasi serta kemungkinan kenaikan suku bunga global.

Pada perdagangan hari ini, harga emas tercatat turun 3,15% ke level US$ 4.350,54 per ons troi. Penurunan ini memperpanjang tren negatif selama sembilan hari berturut-turut dan membawa harga ke titik terendah sejak awal Januari 2026.

Dalam sepekan terakhir, harga emas bahkan telah terpangkas lebih dari 10%. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April mengalami penurunan lebih dalam, yakni 4,92% menjadi US$ 4.382,65 per ons troi.

Analis pasar KCM Trade, Tim Waterer, menyebut eskalasi konflik yang melibatkan Iran telah mengubah ekspektasi pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter global.

Ia menjelaskan, konflik yang telah memasuki pekan keempat serta harga minyak yang bertahan di kisaran US$100 membuat pasar beralih dari ekspektasi penurunan suku bunga menjadi potensi kenaikan, sehingga menekan daya tarik emas.

Ketegangan meningkat setelah Iran mengancam akan menyerang infrastruktur energi dan air di kawasan Teluk apabila Presiden Amerika Serikat Donald Trump merealisasikan ancamannya untuk menargetkan jaringan listrik Iran dalam waktu 48 jam.

Situasi tersebut meningkatkan risiko terganggunya pasokan energi global, khususnya melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.

Di sisi lain, harga minyak yang masih tinggi di atas US$110 per barel turut memicu tekanan inflasi, terutama dari sektor transportasi dan manufaktur.

Meskipun inflasi biasanya meningkatkan minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai, kondisi saat ini justru berbeda. Ekspektasi kenaikan suku bunga membuat emas kurang diminati karena tidak memberikan imbal hasil.

Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada akhir tahun kini berada di kisaran 27%, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi penurunan suku bunga.

Waterer menambahkan, tingginya likuiditas emas justru menjadi kelemahan dalam situasi risk-off seperti sekarang, karena investor cenderung melepas kepemilikan untuk beralih ke aset lain.

Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga mengalami tekanan. Harga perak turun 3,2% menjadi US$65,61 per ons troi, platinum melemah 2,9% ke US$1.866,65, dan paladium terkoreksi 0,5% ke level US$1.397,25.

Baca Juga