Dulu Makkah Bertauhid, Lalu Berhala Masuk! Ini Kisah di Baliknya

Menu Atas

Dulu Makkah Bertauhid, Lalu Berhala Masuk! Ini Kisah di Baliknya

Portal Andalas
Kamis, 19 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Pada masa lampau, masyarakat Makkah masih menjalani kehidupan yang berpegang pada ajaran tauhid yang diwariskan oleh Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail. Namun, keharmonisan ajaran tauhid tersebut perlahan mulai berubah ketika seorang tokoh berpengaruh bernama Amr bin Luhay melakukan perjalanan keluar dari wilayahnya. Dalam perjalanannya, Amr bin Luhay menuju wilayah Syam—yang kini meliputi Suriah, Lebanon, Yordania, dan Palestina. Ia sempat singgah di daerah Ma’arib di kawasan Balqa’. 1. Pertemuan di Balqa’ Di wilayah Syam, Amr menyaksikan sebuah pemandangan yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Penduduk setempat yang dikenal sebagai kaum Amaliq melakukan ritual penyembahan dengan bersujud di hadapan batu-batu yang telah dipahat menjadi patung. Rasa penasaran membuat Amr bertanya kepada mereka tentang benda-benda yang mereka sembah. Ia menanyakan jenis berhala apa yang mereka puja. Kaum Amaliq kemudian menjelaskan bahwa patung-patung tersebut diyakini mampu memberikan pertolongan. Menurut mereka, ketika memohon hujan kepada berhala itu, hujan akan turun, dan ketika meminta sesuatu, permintaan mereka dikabulkan. 2. Awal munculnya penyembahan berhala di Makkah Mendengar penjelasan tersebut, Amr bin Luhay merasa tertarik dengan keyakinan yang dianut oleh kaum Amaliq. Ia kemudian meminta sebuah berhala untuk dibawa pulang ke Jazirah Arab. Permintaan itu dipenuhi dengan memberinya sebuah patung besar bernama Hubal. Setelah kembali ke Makkah, Amr menempatkan patung Hubal di dekat Ka'bah. Ia kemudian mengajak dan memerintahkan masyarakat setempat untuk menyembahnya. Sejak saat itulah praktik kemusyrikan mulai menyebar di Makkah, menggantikan ajaran tauhid Nabi Ibrahim dengan penyembahan berhala. Pengaruh tersebut berkembang dengan cepat. Berbagai kabilah di Jazirah Arab mulai memiliki berhala masing-masing. Kabilah Kalb menyembah Wadd di Dumatul Jandal, kabilah Hudzail memuja Suwa’, sementara beberapa kabilah di wilayah Yaman menyembah Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr. Lambat laun, kota suci Makkah dipenuhi ratusan berhala. Bahkan patung Isaf dan Nailah ditempatkan di sekitar sumur Zamzam. 3. Akibat yang tragis Mungkin Amr bin Luhay mengira bahwa ia telah membawa suatu perubahan besar bagi kaumnya. Namun dalam pandangan Allah SWT, perbuatannya justru menjadi awal dari penyimpangan besar dalam ajaran tauhid di Jazirah Arab. Berabad-abad kemudian, Nabi Muhammad menjelaskan nasib yang menimpa Amr bin Luhay. Rasulullah pernah bersabda bahwa beliau melihat Amr bin Luhay sedang menyeret usus-ususnya di dalam api neraka karena dialah orang pertama yang mengubah agama Nabi Ismail dan memperkenalkan penyembahan berhala di tanah Arab. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, Rasulullah bersabda bahwa beliau melihat Amr bin Luhay menyeret isi perutnya di neraka. Ketika ditanya tentang manusia yang hidup di antara masa dirinya dan Rasulullah, Amr menjawab bahwa mereka semua telah binasa. Kisah ini menjadi pelajaran penting dalam sejarah bahwa penyimpangan dari ajaran tauhid dapat membawa dampak besar bagi suatu masyarakat, bahkan berlangsung selama berabad-abad hingga akhirnya diluruskan kembali oleh risalah Islam.

Baca Juga