Dari Menangis sampai Jalan Sebentar, Ini 6 Cara Sederhana Menjaga Mental Tetap Sehat

Menu Atas

Dari Menangis sampai Jalan Sebentar, Ini 6 Cara Sederhana Menjaga Mental Tetap Sehat

Portal Andalas
Kamis, 12 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Di tengah kesibukan dan tekanan aktivitas sehari-hari, tidak sedikit orang yang merasa cepat lelah secara mental. Menjaga suasana hati pun sering kali dianggap memerlukan cara yang rumit atau perubahan besar dalam hidup. Padahal, menjaga kesehatan mental sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari. Salah satu cara paling mudah adalah dengan mendapatkan paparan sinar matahari pada pagi hari. “Bahkan hanya lima menit terkena sinar matahari pagi sudah dapat membantu meningkatkan kadar vitamin D serta menyeimbangkan hormon kortisol yang berkaitan dengan stres,” kata Kristin Oja, pendiri sebuah pusat kesehatan di Atlanta, seperti dikutip dari Oprah Daily, Rabu (24/12/2025). Sejumlah pakar menilai bahwa merawat kesehatan mental tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Ada beberapa kebiasaan kecil yang jika dilakukan secara konsisten dapat membantu memperbaiki kondisi mental secara bertahap. 6 Kebiasaan Sederhana yang Membantu Menjaga Kesehatan Mental 1. Membuka gorden di pagi hari Kebiasaan membuka gorden setelah bangun tidur memungkinkan tubuh mendapatkan cahaya alami dari matahari. Sinar pagi memberikan sinyal kepada tubuh bahwa hari telah dimulai, sehingga membantu mengatur ritme biologis atau jam tubuh. Menurut Oja, paparan cahaya matahari di pagi hari tidak hanya berdampak pada energi fisik, tetapi juga berpengaruh pada suasana hati seseorang. Kebiasaan kecil ini dinilai mampu membantu tubuh memulai hari dengan keseimbangan hormon yang lebih baik. 2. Menghindari kebiasaan menekan tombol snooze Banyak orang terbiasa menekan tombol snooze atau menunda alarm saat bangun tidur. Meski terlihat seperti memberi tambahan waktu untuk beristirahat, kebiasaan ini justru bisa membuat tubuh terasa lebih lelah. Psikolog berlisensi Cindy T. Graham menjelaskan bahwa tidur yang terputus-putus akibat snooze membuat tubuh tetap berada dalam siklus tidur yang tidak tuntas. Akibatnya, rasa kantuk justru semakin terasa. Ia menyarankan agar seseorang mengatur alarm sesuai waktu bangun yang sebenarnya dan berusaha bangun saat alarm pertama berbunyi. Dengan cara ini, tubuh dapat beradaptasi dengan pola tidur yang lebih sehat. 3. Keluar rumah walau hanya sebentar Menghabiskan waktu di luar ruangan tidak selalu harus dengan aktivitas berat seperti olahraga intens. Berjalan santai di sekitar rumah atau sekadar menghirup udara segar sudah cukup memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Emily Cosgrove, seorang terapis berlisensi sekaligus life coach di Ontario, menyebut bahwa berada di luar ruangan walau dalam waktu singkat dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, serta memperkuat sistem imun tubuh. 4. Menangis ketika memang dibutuhkan Menangis sering dianggap sebagai tanda kelemahan emosional. Namun, para ahli justru menilai bahwa mengekspresikan emosi dengan menangis merupakan respons alami tubuh untuk melepaskan tekanan perasaan. Terapis Jennifer Musselman menjelaskan bahwa menangis dapat menjadi cara tubuh melepaskan emosi yang terpendam. Setelah meluapkan perasaan tersebut, banyak orang justru merasa lebih lega dan emosinya menjadi lebih stabil. 5. Merapikan ruangan secara perlahan Lingkungan yang berantakan bukan hanya mengganggu kenyamanan visual, tetapi juga dapat meningkatkan tingkat stres dan mengganggu konsentrasi. Ruangan yang penuh dengan barang sering membuat pikiran terasa lebih mudah lelah. Kondisi ruang yang tidak tertata juga dikaitkan dengan peningkatan hormon kortisol atau hormon stres. Selain itu, suasana yang tidak rapi dapat menurunkan kreativitas serta membuat seseorang lebih sensitif terhadap rasa tidak nyaman. Karena itu, merapikan ruangan sedikit demi sedikit dapat membantu menciptakan suasana yang lebih tenang. Mulailah dari satu sudut ruangan atau lakukan dalam waktu singkat setiap hari agar kebiasaan ini terasa lebih ringan dan mudah dijalankan. 6. Menjauhkan ponsel dari kamar tidur Kamar tidur seharusnya menjadi tempat untuk beristirahat dan memulihkan energi. Namun, keberadaan ponsel, televisi, atau laptop di dalam kamar sering membuat pikiran tetap aktif bahkan menjelang waktu tidur. Life coach Francesca Hogi menekankan pentingnya menjadikan kamar tidur sebagai area yang bebas dari perangkat elektronik. Menurutnya, kamar tidur idealnya digunakan untuk tidur, relaksasi, dan membangun kedekatan emosional, bukan untuk aktivitas digital. Ia menambahkan bahwa memberi kesempatan pada otak untuk beristirahat sebelum tidur sangat penting bagi kesehatan fisik maupun mental. Jika sulit sepenuhnya menjauhkan gawai, langkah awal yang bisa dilakukan adalah membatasi penggunaan ponsel sebelum tidur atau mengaktifkan mode malam agar paparan layar berkurang.

Baca Juga