Bukan Cuma Nasi! Ini Komposisi Sahur yang Bikin Kenyang Lebih Lama

Menu Atas

Bukan Cuma Nasi! Ini Komposisi Sahur yang Bikin Kenyang Lebih Lama

Portal Andalas
Minggu, 01 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Menentukan menu sahur yang sesuai sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh selama menjalani puasa. Asupan yang bernutrisi dan seimbang membantu menjaga stamina sekaligus mencegah rasa lapar datang terlalu cepat di siang hari. Hal terpenting saat sahur adalah memastikan makanan yang dikonsumsi mengandung gizi lengkap. Sumber karbohidrat seperti nasi atau singkong, protein dari telur maupun daging, serta vitamin dan mineral dari sayur dan buah sebaiknya tersaji dalam satu piring. Dikutip dari Kompas.com, sayuran bukan hanya kaya vitamin, tetapi juga mengandung antioksidan dan serat tinggi yang membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Kandungan serat tersebut berperan memperlambat munculnya rasa lapar ketika berpuasa. Dokter sekaligus pakar gizi, Tan Shot Yen, menekankan pentingnya memperhatikan komposisi menu sahur. Ia menyarankan agar masyarakat mengikuti prinsip gizi seimbang supaya tubuh tetap berenergi hingga waktu berbuka. Menurut Tan, konsep “Isi Piringku” dapat dijadikan panduan praktis dalam menyusun menu. Pedoman ini merupakan acuan kebutuhan gizi harian seimbang yang dirancang oleh Kementerian Kesehatan. Dalam prinsip “Isi Piringku”, satu porsi makanan dibagi menjadi dua bagian utama. Separuh piring diisi oleh sayur dan buah, sedangkan separuh lainnya terdiri dari makanan pokok dan lauk sebagai sumber energi serta protein. “Intinya, sahur harus memenuhi unsur gizi seimbang dan lengkap sesuai konsep ‘Isi Piringku’,” ujarnya. Dengan komposisi tersebut, kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral dapat tercukupi dengan baik. Menu sahur pun menjadi lebih optimal dalam menjaga ketahanan tubuh selama berpuasa. Beberapa contoh menu yang sesuai dengan pedoman tersebut antara lain lalapan sayur dengan sambal, pisang kepok, kentang panggang, ikan kuwe berbumbu kering, serta sup tekwan. Kombinasi ini sudah mencakup karbohidrat, protein, dan serat yang diperlukan tubuh. Selain makanan, asupan cairan juga sangat penting saat sahur. Air putih menjadi pilihan utama karena mudah diserap tubuh dan membantu menjaga hidrasi sepanjang hari. Terkait konsumsi kurma, buah ini tidak hanya dianjurkan saat berbuka, tetapi juga bisa dikonsumsi ketika sahur. Kurma mengandung gula alami yang dapat menjadi tambahan energi. Guru Besar Gizi Masyarakat IPB University, Ali Khomsan, menjelaskan bahwa kurma kaya akan serat yang bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol, membantu mencegah kanker, serta melancarkan sistem pencernaan. Ia menyebutkan, mengonsumsi kurma saat sahur dapat membantu tubuh tetap bertenaga karena kandungan gula alaminya berfungsi sebagai sumber energi yang baik. Tak hanya itu, mineral dalam kurma berperan menjaga keseimbangan elektrolit tubuh, sementara vitamin B yang dikandungnya mendukung proses pembentukan energi serta menjaga kesehatan kulit dan saraf. Ali merekomendasikan konsumsi dua hingga tiga butir kurma saat sahur guna membantu menjaga kadar glukosa darah. Dengan menu sahur bergizi seimbang, asupan cairan yang cukup, serta tambahan kurma, tubuh akan lebih siap menjalani puasa tanpa mudah merasa lemas.

Baca Juga