Ini Syarat Awal Jadi Taruna Akpol! Tes Kesehatan Digelar di Asrama Haji Jambi

Menu Atas

Ini Syarat Awal Jadi Taruna Akpol! Tes Kesehatan Digelar di Asrama Haji Jambi

Portal Andalas
Sabtu, 11 April 2026
Bagikan:

Jambi – Polda Jambi menggelar pemeriksaan kesehatan tahap I bagi calon Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) sebagai bagian dari rangkaian seleksi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026, Kamis (09/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Asrama Haji Jambi tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Jambi Brigjen Pol. Benny Ali, serta dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Jambi, di antaranya Irwasda Kombes Pol. Jannus P. Siregar, Karo SDM Kombes Pol Handoko, Karo Log Kombes Pol Tofek Sukendar, Dirbinmas Kombes Pol Henky Poerwanto, Dir Pamovit Kombes Pol Tofik Sukendar, Kabid Humas Kombes Pol Erlan Munaji, Kabid Propam Kombes Pol Darno, dan Kabid Dokkes AKBP dr. Alfons Silawa.

Pada tahap awal ini, pemeriksaan difokuskan pada kondisi fisik luar peserta, seperti postur tubuh, kesehatan umum, serta fungsi organ luar. Hasil pemeriksaan akan menentukan apakah peserta dinyatakan memenuhi syarat (MS) atau tidak memenuhi syarat (TMS) untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

Melalui seleksi yang ketat dan terbuka ini, diharapkan dapat terjaring calon Taruna Akpol yang benar-benar sehat secara jasmani dan siap mengikuti pendidikan kepolisian yang menuntut kondisi fisik prima.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan tahapan penting dalam menjamin kualitas calon anggota Polri sejak awal proses seleksi.

“Pemeriksaan kesehatan ini menjadi salah satu tahapan krusial dalam seleksi Taruna Akpol. Kami memastikan seluruh proses berjalan profesional, transparan, dan akuntabel sesuai prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), sehingga menghasilkan calon perwira Polri yang sehat, unggul, dan berintegritas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Polda Jambi berkomitmen mengawal seluruh tahapan seleksi agar berlangsung objektif dan bebas dari praktik penyimpangan.

“Dengan pengawasan ketat serta keterlibatan berbagai fungsi terkait, kami memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama dan dinilai secara objektif berdasarkan kemampuan serta kondisi masing-masing,” tutupnya.

Baca Juga