Miris! Harga Cabai di Petani Cuma Rp16 Ribu, Tak Cukup Tutup Modal

Menu Atas

Miris! Harga Cabai di Petani Cuma Rp16 Ribu, Tak Cukup Tutup Modal

Portal Andalas
Rabu, 15 April 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Para petani cabai di Kabupaten Kerinci saat ini tengah menghadapi kondisi yang cukup berat. Harga cabai di tingkat petani anjlok drastis, hanya berkisar antara Rp16 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram. Situasi ini membuat banyak petani kesulitan menutup biaya produksi yang terus meningkat, mulai dari harga pupuk hingga obat-obatan pertanian. **Harga Tak Seimbang dengan Biaya Produksi** Salah seorang petani, Wisnu, mengaku kondisi ini sangat memberatkan. Ia menjelaskan bahwa biaya perawatan tanaman terus naik, sementara harga jual hasil panen justru mengalami penurunan. “Kalau kondisi harga seperti ini terus berlanjut, petani bukan untung, malah rugi,” ungkapnya. Yang menjadi sorotan, harga cabai di tingkat konsumen masih berada di kisaran Rp20 ribu per kilogram atau bahkan lebih. Hal ini menunjukkan adanya selisih harga yang cukup besar antara petani dan pasar. **Harapan pada Peran Pemerintah** Para petani berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga. Mereka khawatir jika kondisi ini dibiarkan, banyak petani akan berhenti menanam cabai karena terus merugi. Masalah ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian. **Berpotensi Mengganggu Ekonomi Lokal** Cabai merupakan salah satu komoditas utama di wilayah tersebut. Jika harga terus merosot tanpa solusi, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga bisa memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Kini, masyarakat menanti langkah nyata dari pemerintah agar para petani tidak terus mengalami kerugian dan tetap bisa bertahan menjalankan usaha pertanian mereka.

Baca Juga